Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

150 Orang Terdampak Kebakaran di Kebayoran Lama, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Petugas Gulkarmat memadamkan api di rumah-rumah yang terbakar di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Tim Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan melakukan pemadaman kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, pada Rabu malam (23/9/2026). Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dan 128 personel berhasil mengendalikan api. (Ilustrasi: AI)

Ratusan warga di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap pada Rabu malam (23/9/2026).

Sebanyak 18 rumah dan empat tempat usaha ludes dilalap si jago merah, menyisakan puing-puing gosong dan duka mendalam bagi 150 jiwa yang kini harus mengungsi. Tak ada nyawa yang melayang dalam insiden ini, tetapi kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, menuturkan bahwa timnya menerima laporan pada pukul 20.31 WIB. Saat itu, lidah api sudah membesar dan mulai merambat liar ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Tanpa membuang waktu, 24 unit mobil pemadam kebakaran bersama 128 personel dikerahkan menuju titik lokasi untuk menghentikan laju api.

Upaya Penjinakan Api di Tengah Padatnya Hunian

Kondisi kawasan yang sangat padat membuat petugas bekerja ekstra keras. Mereka harus memutar otak agar api tidak menjalar ke bangunan gedung lain atau area pemukiman di seberangnya. Beruntung, kerja keras petugas membuahkan hasil.

Pada pukul 21.20 WIB, api berhasil dilokalisir sehingga tidak lagi meluas. Tak lama berselang, proses pendinginan dimulai tepat pukul 21.33 WIB untuk memastikan tidak ada sisa bara yang memicu api baru.

Secara total, petugas membutuhkan waktu hingga tengah malam untuk menuntaskan pemadaman. Seluruh area dinyatakan benar-benar aman pada pukul 24.00 WIB. Luas lahan yang terdampak tercatat mencapai 1.205 meter persegi. Kerja cepat ini setidaknya menyelamatkan gedung-gedung dan area di luar jangkauan api yang sebenarnya berisiko tinggi terkena imbas jika pemadaman terlambat hitungan menit saja.

Nanang, Ketua RT 05/01 Kebayoran Lama Utara, masih teringat jelas suasana mencekam saat api mulai mengamuk. Menurut penuturannya, titik api pertama kali terlihat muncul dari salah satu rumah kontrakan. Warga setempat sempat berjibaku memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun usaha itu sia-sia. Jilatan api justru merambat lebih cepat dari yang dibayangkan.

Padahal, saat kejadian berlangsung, rintik hujan turun di lokasi. Tetap saja, air hujan tidak mampu meredam panasnya api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut. Kecepatan api merambat membuat kepanikan warga memuncak, hingga akhirnya mereka hanya bisa menyelamatkan diri dan sedikit barang bawaan yang sanggup dibawa.

Nasib Korban di Masa Depan

Kini, 150 warga yang terdampak harus menelan pil pahit. Memulai segalanya dari nol dalam hitungan jam bukan perkara mudah. Sebagian besar korban merupakan penyewa rumah kontrakan yang menggantungkan hidup pada penghasilan harian. Nasib mereka kini terkatung-katung, menanti kepastian mengenai bantuan atau tempat relokasi sementara dari dinas terkait yang hingga kini belum diumumkan secara resmi.

Peristiwa tragis ini kembali menampar kita soal betapa rentannya kawasan padat penduduk di Jakarta terhadap ancaman kebakaran. Instalasi listrik yang sudah tua di rumah-rumah kontrakan seringkali luput dari pengawasan, padahal menjadi pemicu utama musibah. Seringkali, pemilik rumah abai pada pemeliharaan kabel yang sudah mulai aus atau terkelupas.

Kebutuhan untuk memperketat standar keamanan infrastruktur listrik di lingkungan padat menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Tanpa pembenahan sistemik dan edukasi pencegahan kebakaran yang masif kepada masyarakat, kejadian serupa bukan tidak mungkin kembali terulang.

Fokus utama bagi para korban saat ini adalah bantuan logistik segera berupa makanan, pakaian, dan tempat bernaung yang layak sembari menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah setempat.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 23 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online