JAKARTA — Kebakaran dahsyat menghanguskan 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Rabu malam 23 September 2026. Sebanyak 150 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut, meski untungnya tidak ada korban meninggal.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan melalui saluran telepon darurat pada pukul 20.31 WIB ketika api sudah membesar. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.
Respons Cepat 24 Unit Mobil Damkar
Respons petugas pemadam kebakaran terbilang cepat. Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar area seluas 1.205 meter persegi tersebut. Proses pendinginan dimulai pada pukul 21.20 WIB, api dapat dilokalisir, dan pendinginan dilanjutkan pada pukul 21.33 WIB. Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 24.00 WIB (tengah malam).
Asril menduga penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Temuan ini menjadi penting mengingat pembakaran api yang begitu cepat dan meluas ke bangunan sekitarnya.
Api Menjalar Cepat dari Rumah Kontrakan
Ketua RT 05/01 Kebayoran Lama Utara, Nanang, menceritakan kronologi kejadian. Api berawal dari sebuah rumah kontrakan dan dengan sangat cepat menjalar ke bangunan lain. Warga setempat mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun usaha tersebut gagal karena intensitas api terlalu besar.
“Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya, petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah dengan gang,” tutur Nanang.
Dampak Signifikan bagi Warga Lokal
Kerugian yang ditimbulkan peristiwa ini sangat besar. Ratusan warga harus mengungsi dengan kehilangan rumah dan harta benda. Kondisi ini memaksa mereka mencari tempat tinggal sementara sambil berusaha merekonstruksi kehidupan mereka. Beban ekonomi jatuh pada 150 jiwa—keluarga-keluarga kecil yang dalam waktu singkat harus menemukan solusi tempat tinggal dan memulai dari nol.
Meski cuaca lokal menunjukkan kondisi hujan saat kejadian, tidak cukup membantu memperlambat laju api. Kecepatan penjalaran api menunjukkan bahwa padat bangunan di area permukiman tersebut turut memperberat situasi pengendalian kebakaran di lapangan.
Petugas Sudin Gulkarmat masih menyelidiki lebih lanjut penyebab korsleting listrik yang diduga memicu insiden ini, sebagai upaya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan memberikan edukasi kepada warga tentang keselamatan listrik di rumah tangga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.