Rabu, 23 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026 Menguat 0,54% ke 6.310, Rebound Setelah Koreksi 1,69%

IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026
IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026 Menguat 0,54% ke 6.310, Rebound Setelah Koreksi 1,69%. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada Rabu, 23 September 2026. Hingga pukul 11.35 WIB, IHSG tercatat di level 6.310,79, naik 33,75 poin atau 0,54% setelah kemarin anjlok cukup dalam.

Koreksi 1,69% yang terjadi sehari sebelumnya mendorong indeks kembali ke zona hijau hari ini. Pergerakan IHSG pagi ini dibuka di level 6.297,96, sempat menyentuh posisi terendah 6.253,74, namun kemudian bergerak naik hingga mencapai level tertinggi 6.325,47 sebelum stabil di posisi saat ini.

Kronologi Pergerakan IHSG Pagi Ini

Pembukaan perdagangan pagi menunjukkan volatilitas. Pukul 09.00 WIB, IHSG sempat dibuka dengan penguatan tipis. Beberapa sumber menunjukkan variasi angka: Trenasia melaporkan kenaikan 0,18% ke 6.297,95, Fortune mencatat 0,33% ke 6.297,96, sementara KabarBursa menyebut 0,44% ke 6.304,80.

Sekitar pukul 09.54 WIB, Holopis melaporkan IHSG di 6.286,45, naik tipis 0,15%. Namun, momentum penguatan mulai terlihat jelas menjelang pukul 10.12 WIB. FXStreet mengabarkan indeks berbalik menguat 0,39% ke 6.301, meski sempat terkoreksi hingga 6.253 di awal sesi. Pada sesi pertama menjelang siang, Romisaputra mencatat IHSG di sekitar 6.305,21, naik 0,45%, berhasil menembus level psikologis 6.300.

Faktor Pemicu Penguatan IHSG

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, adanya technical rebound setelah indeks kemarin berada dalam kondisi oversold. Selasa, 22 September, IHSG ditutup di 6.277,04, terkoreksi tajam 1,69%, dengan 556 saham yang bergerak melemah berbanding 148 saham yang menguat. Volume transaksi mencapai 31 miliar saham dengan nilai Rp13,94 triliun. Kondisi ini menciptakan ruang untuk pemulihan teknikal.

Faktor kedua adalah antisipasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan hari ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan menahan BI Rate di level 5,75%. Sinyal stabilitas nilai tukar Rupiah juga menjadi perhatian. Saat ini, Rupiah terpantau melandai di Rp17.852 per Dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, investor asing masih terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Sektor energi juga masih tertekan akibat penurunan harga minyak mentah global, di samping isu pergeseran dana investor ke pasar Vietnam yang dikabarkan naik kelas dalam indeks FTSE Russell.

Sektor dan Saham Penggerak Pasar

Secara sektoral, sektor konsumen siklikal dan barang baku memimpin penguatan IHSG hari ini. Sementara itu, sektor keuangan dan infrastruktur masih berada di zona merah, menunjukkan tekanan yang berlanjut pada segmen-segmen tersebut, menurut laporan FXStreet.

Untuk saham-saham dengan pergerakan signifikan, BUMI menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan volume 4 miliar saham, nilai transaksi Rp714 miliar, dan frekuensi 67 ribu kali. Beberapa saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain FORU melonjak 34,35% ke Rp176, BPTR naik 33,78% ke Rp99, dan SAPX menguat 24,50% ke Rp376. Sebaliknya, kemarin, BBSS menjadi salah satu saham yang anjlok paling dalam, terkoreksi 14,71% ke Rp87.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair