JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada dalam fase konsolidasi sepanjang bulan September 2026. Riset dari Kiwoom Sekuritas Indonesia pada 31 Agustus 2026 dan diperbarui oleh CGS International Sekuritas pada 18 September 2026 menunjukkan, pergerakan IHSG berada di kisaran 6.300-6.650. Ada peluang 40-45% indeks akan ditutup positif.
Secara historis, September memang kerap menjadi bulan yang menantang bagi pasar saham, dengan probabilitas penguatan rata-rata hanya 33% pada periode 2017-2025. Namun, tahun ini terdapat beberapa katalis positif yang bisa mendorong IHSG. Faktor-faktor tersebut meliputi kenaikan harga komoditas seperti CPO, nikel, timah, emas, dan tembaga, aksi beli bersih (net buy) investor asing, serta rebalancing FTSE Russell, GDX, dan GDXJ yang dijadwalkan pada 18-21 September 2026.
Sektor dan Saham Potensial September 2026
Beberapa sekuritas telah merilis rekomendasi saham pilihan mereka, memfokuskan pada sektor-sektor yang berpotensi tumbuh di tengah konsolidasi IHSG. Berikut lima sektor yang patut dicermati:
1. Komoditas & Energi
Sektor ini menjadi salah satu primadona karena kenaikan harga komoditas global. MNC Sekuritas merekomendasikan ANTM (Aneka Tambang) yang memiliki eksposur pada emas dan nikel. Sementara itu, CGS International Sekuritas pada 18 September 2026 merekomendasikan ADRO (Adaro Energy), CUAN (Cimory), LSIP (London Sumatra Indonesia), dan PTBA (Bukit Asam) sebagai trading pick. Bareksa pada 14 September juga menyarankan TAPG (Triputra Agro Persada) sebagai pilihan trading jangka pendek.
2. Healthcare Defensif
Sektor kesehatan menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar. Pada Jumat, 11 September 2026, sektor ini menjadi satu-satunya yang menguat signifikan (+3,91%) saat sektor lain melemah. Mega Capital merekomendasikan KLBF (Kalbe Farma) dengan target harga 780-790, dan CMRY (Cimory) dengan target 4600-4640. Saham HEAL (Medikaloka Hermina) juga disebut berpotensi.
3. Consumer & Ritel
Sektor konsumer dan ritel juga menarik perhatian. CGS International Sekuritas pada 18 September merekomendasikan MAPI (Mitra Adiperkasa) dan ERAA (Erajaya Swasembada) untuk trading. Selain itu, Kiwoom Sekuritas memasukkan JPFA (Japfa Comfeed Indonesia) dan CPIN (Charoen Pokphand Indonesia) dalam 9 saham pilihannya untuk September.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.