Meskipun saham-saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan TLKM sempat menekan IHSG pada 11 September, investor asing justru mencatat net buy sebesar Rp690 miliar. Ini menunjukkan bank-bank besar tetap menjadi safe haven yang likuid saat pasar volatil. Kiwoom Sekuritas memasukkan BBRI (Bank Rakyat Indonesia), BBCA (Bank Central Asia), BMRI (Bank Mandiri), dan BBNI (Bank Negara Indonesia) ke dalam daftar 9 saham pilihannya.
5. Energi Baru & Infrastruktur
Sektor energi baru terbarukan dan infrastruktur juga menjanjikan. Saham PGEO (Pertamina Geothermal Energy) direkomendasikan dengan target harga 1070-1080 didukung sentimen energi terbarukan. Selain itu, MBMA (Merdeka Battery Materials) dan AMMN (Amman Mineral Internasional) juga disebut berpotensi. AMMN sempat menguat 1,98% ke 5.150 dengan volume pembelian yang tinggi. Kiwoom juga memasukkan JSMR (Jasa Marga), PANI (Pantai Indah Kapuk Dua), dan MTEL (Dayamitra Telekomunikasi) dalam pilihannya.
Strategi Trading untuk Investor
Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas menyarankan beberapa strategi trading untuk menghadapi volatilitas September 2026. IHSG berpotensi menguji level 6.290-6.370. Selama indeks bertahan di atas 6.370, ada peluang untuk bergerak menuju 6.541-6.581. Level support berada di 6.410-6.360 dan 6.279, sementara resistance di 6.515-6.565 dan 6.585-6.633.
Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness untuk saham-saham defensif seperti KLBF, INDF, dan JSMR, dengan target keuntungan 5-10% dalam 1-2 minggu. Untuk intraday trading, fokus pada saham-saham likuid seperti BBCA, BMRI, ANTM, dan INCO, dengan disiplin cut loss ketat di level 3-5% untuk saham spekulatif. Investor diingatkan untuk selalu menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing dan menggunakan dana dingin.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.