Jakarta, Journalarta.com – Menilik wisata domestik di Indonesia selalu memberikan kesan tersendiri bagi banyak wisatawan. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Indonesia menyimpan jutaan potensi wisata, baik alam maupun budaya. Di tengah masa pembatasan aktivitas selama pandemi, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA hadir dengan program rutin Talkshow Instagram Live LDR “Liburan Dari Rumah yang mengajak masyarakat untuk melihat keindahan desa-desa binaan BCA di berbagai wilayah Indonesia.
Seri liburan virtual dari BCA ini telah memasuki episode ketiga yang menampilkan desa binaan di Belitung. Talkshow kali ini menghadirkan Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati dan Travel Blogger Febrian sebagai narasumber pada Kamis (19/11). Episode kali ini terasa spesial karena terdapat special interview dengan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono serta Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim. Program ini rutin disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @goodlifebca dan Youtube SolusiBCA setiap hari Kamis pukul 19.00 20.00 WIB. Tak hanya itu, tayangan ini juga disiarkan di Instagram @_febrian, Facebook GoodLife BCA dan Twitter @GoodLifeBCA.

“Komitmen kami dalam menghadirkan tur virtual Liburan Dari Rumah telah memasuki episode ketiga. BCA turut senang dapat menghibur sekaligus memperluas wawasan masyarakat Indonesia mengenai desa wisata yang patut dikunjungi. Kali ini, desa binaan BCA di Belitung dengan destinasi wisata Bukit Peramun dan Wisata Aik Rusa Berehun menjadi destinasi pilihan kami untuk dibagikan kepada masyarakat. Bukit Peramun sendiri pada tahun 2019 berhasil menarik jumlah wisatawan mencapai 12.397 orang dan 1.540 orang ke Wisata Aik Rusa Barehun, ujar Inge
Bukit Peramun memiliki pemandangan yang mengagumkan, tidak hanya itu desa wisata ini sudah ramah terhadap wisatawan karena dari awal masuk loket kita sudah bisa melihat poster-poster yang menjelaskan mengenai tempat wisata. Pohon-pohon yang ada di kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan kode QR yang memungkinkan wisatawan untuk mengetahui informasi mengenai tumbuhan tersebut hanya dengan scan di hp, seperti mengunjungi hutan digital. Jadi kalo pandemi ini sudah berakhir saya kira Bukit Peramun layak untuk dijadikan tujuan berlibur, Ujar Jahja