Rawan Resiko Bencana, Indonesia Masuk Dalam 35 Besar.
Jakarta, Journalarta.com – Presiden RI Joko Widodo mengatakan Indonesia masuk dalam 35 negara paling rawan resiko bencana di dunia. Dari Februari 2020 sampai Februari 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya ada 3.253 bencana di Indonesia, dari bencana hidrometeorologi hingga bencana geologi.
Presiden Jokowi mengingatkan agar dalam mengurangi resiko harus mengutamakan aspek pencegahan dan mitigasi.
” Karena itu, dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Jakarta, hari ini saya kembali mengingatkan agar dalam mengurangi resiko, aspek pencegahan dan mitigasi bencana harus diutamakan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).
Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki beberapa rencana besar untuk penanggulangan bencana dari tahun 2020 sampai 2024.
Baca juga: Presiden Jokowi Cabut Lampiran Perpres Mengenai Investasi Miras
” Pemerintah memang sudah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2024 tetapi kita tidak boleh berhenti dengan rencana besar dalam jangka panjang saja. Yang paling utama adalah pelaksanaannya. Misalnya, standar bangunan tahan gempa fasilitas umum dan fasilitas sosial, harus di kawal dan di ikuti dengan audit ketahanan bangunan agar sesuai dengan standar,” ungkapnya.
Presiden mengatakan rencana kedua penanggulangan bencana yaitu kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
” Kedua, kebijakan yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir, tidak ada yang namanya ego sektoral dan ego daerah dalam penanganan bencana. Semuanya saling mengisi, saling menutupi. Ketiga, manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat,” tambahnya.
Presiden Jokowi juga menyampaikan rencana yang terakhir yaitu edukasi dan literasi kepada masyarakat.
” Terakhir, edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait dengan kebencanaan harus terus-menerus di tingkatkan yang di mulai dari keluarga, melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, agar warga semakin siap menghadapi bencana,”pungkasnya.(red)
Baca juga: PBNU Apresiasi Presiden Jokowi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras