Senin, 9 November 2026 WIB
NASIONAL

PT Timah & Pemprov Babel Promosikan Tenun Cual di Dekranas 2026, Bidik Pasar Nasional

Standar pameran kerajinan wastra tenun cual Bangka Belitung dengan motif tradisional di acara nasional
Tenun cual Bangka Belitung akan dipromosikan di Pameran Kriya dan Wastra Dekranas 2026 di Makassar (9-12 Juli). Kolaborasi PT Timah dan Pemprov Babel ditujukan memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional dan internasional. (Ilustrasi: AI)

PANGKALPINANG — Tenun cual, identitas budaya Bangka Belitung yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda, akan mendapat sorotan besar di tingkat nasional. PT Timah (Persero) Tbk dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan kain khas ini hadir di Pameran Kriya dan Wastra Dekranas 2026 bulan depan.

Keputusan itu bukan sekadar partisipasi rutin. Ini tentang membuka pintu pasar yang jauh lebih luas bagi pengrajin lokal dan menjaga tradisi yang terancam terlupakan di era digital ini.

“Langkah penting untuk memperluas promosi dan meningkatkan pemasaran produk kriya dan wastra daerah,” kata Subekti Saputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ditemui di Pangkalpinang pada Rabu lalu.

Panggung Besar di Makassar

Pameran Kriya dan Wastra Dekranas akan berlangsung 9 hingga 12 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Acara puncak dijadwalkan 10 Juli, dan akan langsung dibuka oleh Selvi Ananda, Ketua Umum Dekranas sekaligus Istri Wakil Presiden RI, bersama pengurus Dekranas Pusat.

Penggelar pameran ini bukan kebetulan timing. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas — momentum nasional yang menjamin visibilitas tinggi dan partisipan dari seluruh Indonesia.

Artinya, tenun cual Bangka Belitung tidak hanya ditampilkan, tetapi dihadirkan di hadapan pembeli potensial, pengusaha, media, dan pengambil keputusan pasar dari berbagai daerah. Peluang koneksi bisnis langsung terbuka lebar.

Warisan Budaya, Aset Ekonomi

Mengapa tenun cual dipilih? Karena status dan potensinya jelas. Kain ini adalah Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang menjadi identitas masyarakat Bangka Belitung.

“Motif tenun cual sarat makna budaya dan memiliki nilai seni tinggi,” jelas Saputra. Bukan sekadar kain tradisional yang indah dipandang — produk ini membawa cerita, nilai filosofis, dan keahlian yang diwariskan turun-temurun.

Kombinasi itulah yang membuka peluang pasar. Konsumen modern, terutama di segmen kelas menengah ke atas dan pasar ekspor, semakin mencari produk dengan cerita dan autentisitas budaya. Tenun cual memiliki semua itu.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING LPDP 2027 Belum Dibuka: Status Tahap 2 2026, Timeline, Jenis Beasiswa, dan Syarat