Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

PT Timah & Pemprov Babel Promosikan Tenun Cual di Dekranas 2026, Bidik Pasar Nasional

Standar pameran kerajinan wastra tenun cual Bangka Belitung dengan motif tradisional di acara nasional
Tenun cual Bangka Belitung akan dipromosikan di Pameran Kriya dan Wastra Dekranas 2026 di Makassar (9-12 Juli). Kolaborasi PT Timah dan Pemprov Babel ditujukan memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional dan internasional. (Ilustrasi: AI)

PANGKALPINANG — Tenun cual, identitas budaya Bangka Belitung yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda, akan mendapat sorotan besar di tingkat nasional. PT Timah (Persero) Tbk dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan kain khas ini hadir di Pameran Kriya dan Wastra Dekranas 2026 bulan depan.

Keputusan itu bukan sekadar partisipasi rutin. Ini tentang membuka pintu pasar yang jauh lebih luas bagi pengrajin lokal dan menjaga tradisi yang terancam terlupakan di era digital ini.

“Langkah penting untuk memperluas promosi dan meningkatkan pemasaran produk kriya dan wastra daerah,” kata Subekti Saputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ditemui di Pangkalpinang pada Rabu lalu.

Panggung Besar di Makassar

Pameran Kriya dan Wastra Dekranas akan berlangsung 9 hingga 12 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Acara puncak dijadwalkan 10 Juli, dan akan langsung dibuka oleh Selvi Ananda, Ketua Umum Dekranas sekaligus Istri Wakil Presiden RI, bersama pengurus Dekranas Pusat.

Penggelar pameran ini bukan kebetulan timing. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas — momentum nasional yang menjamin visibilitas tinggi dan partisipan dari seluruh Indonesia.

Artinya, tenun cual Bangka Belitung tidak hanya ditampilkan, tetapi dihadirkan di hadapan pembeli potensial, pengusaha, media, dan pengambil keputusan pasar dari berbagai daerah. Peluang koneksi bisnis langsung terbuka lebar.

Warisan Budaya, Aset Ekonomi

Mengapa tenun cual dipilih? Karena status dan potensinya jelas. Kain ini adalah Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang menjadi identitas masyarakat Bangka Belitung.

“Motif tenun cual sarat makna budaya dan memiliki nilai seni tinggi,” jelas Saputra. Bukan sekadar kain tradisional yang indah dipandang — produk ini membawa cerita, nilai filosofis, dan keahlian yang diwariskan turun-temurun.

Kombinasi itulah yang membuka peluang pasar. Konsumen modern, terutama di segmen kelas menengah ke atas dan pasar ekspor, semakin mencari produk dengan cerita dan autentisitas budaya. Tenun cual memiliki semua itu.

“Potensi besar untuk terus dikembangkan hingga pasar nasional maupun internasional,” kata Saputra, menunjukkan ambisi yang realistis namun penuh prospek.

Kolaborasi Triple Helix

Kesuksesan promosi tenun cual tidak bisa diandalkan pemerintah saja. Saputra, yang juga merangkap sebagai Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menekankan pentingnya sinergi dari tiga pihak: pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM.

Di sini PT Timah memainkan peran krusial. Perusahaan tambang terbesar di Indonesia ini bukan hanya sponsor — melainkan mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

“Selama ini kami telah banyak berkolaborasi dalam berbagai pameran maupun kegiatan pembinaan,” ujar Saputra, sambil mengapresiasi dukungan konsisten PT Timah. Pola kerjasama seperti ini menunjukkan komitmen korporat terhadap komunitas di sekitar operasi bisnis mereka.

Dampak konkretnya: pemberdayaan UMKM pengrajin tenun cual, diversifikasi pendapatan masyarakat lokal, dan pelestarian warisan budaya dalam kerangka ekonomi modern. Artinya, budaya tidak berdiri terpisah dari kesejahteraan, melainkan menjadi mesin ekonomi.

Target Pasar dan Ekspansi

Pameran Dekranas 2026 adalah stepping stone pertama yang terstruktur untuk ekspansi pasar tenun cual. Saputra mengungkapkan harapan yang jelas: “Produk daerah semakin dikenal, ekonomi masyarakat terus bertumbuh, dan peluang pasar semakin luas.”

Fase pertama adalah pasar nasional. Dengan pameran di Makassar yang melibatkan ribuan pengunjung dari berbagai provinsi, potensi penetrasi pasar lokal se-Indonesia terbuka. Fase berikutnya adalah internasional — pasar yang sudah dikenal menyukai produk kerajinan tradisional autentik dari Asia Tenggara.

Untuk sampai ke sana, kualitas konsisten, branding yang kuat, dan kapasitas produksi UMKM harus terus ditingkatkan. Kolaborasi antara pemerintah (fasilitasi, regulasi), perusahaan (pendanaan, jaringan), dan pengrajin (produksi, inovasi) menjadi formula kunci.

Outlook 30 Hari ke Depan

Dalam sebulan ke depan, persiapan pameran akan memasuki fase intensif. Diharapkan akan ada pengumuman resmi mengenai jumlah booth yang disiapkan, desain display, dan target penjualan.

Kemungkinan juga ada pre-event atau roadshow mini di Pangkalpinang untuk mengajak pengrajin dan UMKM berpartisipasi aktif. Media lokal dan nasional kemungkinan akan meliput momentum ini lebih dalam, terutama menjelang tanggal pameran.

Ada juga potensi kerjasama tambahan dengan brand retail nasional atau e-commerce untuk memperluas jangkauan jual tenun cual pasca-pameran.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda