Rabu, 8 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Babel Perkuat Stok Beras 4.161 Ton Cegah Harga Melambung Saat Liburan Sekolah

Babel Perkuat Stok Beras 4.161 Ton Cegah Harga Melambung Saat Liburan Sekolah
Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan beras 24,1 ton dari Sumatera Selatan minggu ini. Credit: JournalArta

PANGKALPINANG — Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan beras 24,1 ton dari Sumatera Selatan minggu ini. Langkah ini langsung membawa total stok ke 4.161,1 ton—angka yang cukup signifikan untuk mengamankan harga di tengah musim liburan sekolah dan konsumsi meningkat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Subekti Saputra, menjelaskan bahwa stabilisasi harga beras menjadi prioritas mengingat dampaknya langsung pada dompet keluarga kurang mampu. “Dengan penambahan ini, total stok beras kami mencapai 4.161,1 ton,” ujarnya saat diwawancarai di Pangkalpinang, Rabu, sambil menekankan bahwa harga tetap terkontrol meski permintaan berpotensi naik.

Beras Tersebar di 17 Gudang, Harga Tetap Normal

Stok beras kini tersimpan di 17 gudang distributor yang menjangkau tujuh wilayah administratif: Pangkalpinang, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur. Ketersediaan merata ini memastikan tidak ada celah distribusi yang bisa memicu lokal shortage dan naiknya harga spekulatif.

Di lapangan, harga beras tetap stabil. Beras merek “cap sendok” (kualitas sedang) dijual Rp14.400 per kilogram, beras premium “RM” Rp15.700 per kilogram, dan beras SPHP Bulog Rp12.600 per kilogram—semuanya masih dalam range normal tanpa lonjakan tajam.

Subekti mengatakan tim Dinas rutin memantau harga di pasar tradisional dan modern untuk mendeteksi dini jika ada penyimpangan. “Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman,” katanya.

Kenapa Stabilisasi Beras Penting untuk Babel

Beras bukan sekadar makanan pokok—ia adalah barometer ekonomi rumah tangga. Kenaikan harga Rp1.000 per kilogram bisa memangkas anggaran groceries keluarga rata-rata sebesar Rp30.000–Rp50.000 per bulan, tergantung konsumsi rumah tangga. Untuk keluarga dengan pendapatan kurang dari Rp3 juta per bulan, beban ini nyata dan terasa langsung.

Situasi lebih kritis di daerah kepulauan seperti Babel. Akses terbatas, logistik mahal, dan ketergantungan pada impor lokal membuat volatilitas harga mudah terjadi. Penambahan pasokan yang dilakukan Pemerintah Daerah bukan hanya tentang stok—ini tentang mencegah panik membeli yang bisa memicu efek bubble harga.

Liburan sekolah memang tidak menghasilkan lonjakan permintaan drastis. Tapi anticipatory buying oleh konsumen dan spekulan ritel, jika tidak dijaga, bisa menciptakan artificial scarcity yang menaikkan harga tanpa alasan fundamental.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda