“Terdapat ciri-ciri jurnalistik, di antarannya skeptis, bertindak, berubah, seni, dan peran pers,” ungkap lelaki yang kini tinggal di D.I. Yogyakarta.
“Seseorang bisa menulis harus memiliki keyakinan, kemauan, dan praktik serta motivasi,” ungkap pembicara di sela-sela memberikan materi di Seminar Jurnalistik.
“Menulis itu mudah dan menyehatkan. Karena dengan menulis semua akan menjadi lebih ringan,” tambah Eks Marcom Manager dan Redaktur ini.
Abu Zhafran Ghazi Al-Amin salah satu peserta umum mengungkapkan bahwa keseruannya mengikuti Islamic Journalism Class ini sebenarnya bukan passion-nya untuk menjadi penulis, tetapi terlebih banyaknya media dan jurnalis yang sedikit nakal, sukanya mengadu domba dan memfitnah dengan memberitakan hal yang tidak sepantasnya dibaca dan diketahui pada semua khalayak umum.
“Jadi mau tak mau saya harus ikut belajar passion writing, agar bisa menyajikan informasi yang akurat terpercaya dan adil,” kata lelaki asal Palembang Sumatera Selatan ini.
Selain itu, Kepala Program Impact Class (I-Class) BMKA Salman ITB, Syifa Amelia memaparkan bahwa menulis adalah cara yang tepat untuk meluapkan segala rasa kehidupan.
“Harapannya, usai acara ini semua peserta maupun panitia memiliki pengetahuan yang menambah kapasitas diri dalam menulis.” ujarnya.
Kegiatan yang berjalan atas inisiasi Bidang Mahasiswa, Kaderisasi, Alumni (BMKA) dan kerja sama Yayasan Pembina Masjid (YPM) ITB berjalan lancar dan sukses. *
I-Class Sukses di Gelar bersama Mas Andre, BMKA Salman ITB Bekali Ilmu Jurnalistik dan Pentingnya Media, BMKA Salman ITB Jurnalis Anti Hoax
I-Class Sukses di Gelar bersama Mas Andre, BMKA Salman ITB Bekali Ilmu Jurnalistik dan Pentingnya Media, BMKA Salman ITB Jurnalis Anti Hoax
