” Bang Alm ini tinggal di Parit Tiga, kalo di TB itu dialah “JOKER” nya, setau saya dia punya tiga ponton di lokasi TB itu, dan ada beberapa ponton lagi yang dipegannya,tiap ponton yang masuk melaluinya dikenakan Rp. 4 juta per pontonnya. dan fie yang diambilnya Rp.15 ribu/kilo, dan dipotong lagi 20 % dari total kilo yang didapat penambang jelas sumber yang juga mengenal Alm.
Sumber mengatakan , koordinasi yang dibangun alam dengan aparat sangat rapi dan sudah sampai ke tingkat Kepala untuk di wilayah Bangka Barat ini, terbukti saat di lokasi Kuarsa yang diberitakan beberapa media kemarin lokasi TB yang dipegannya aman-aman saja tanpa kendala padahal di TB itu ada alat berat,untuk lokasi TB sendiri melalui aplikasi peta rbi yang dimiliki tim ini jelas tertulis Kawasan Hutan Lindung Jebu Bembang begitupun dengan lokasi pasir kuarsa.
Informasi lainnya, tim sudah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan secara diam-diam dengan menggunakan tehnik video android dilokasi TB tersebut, faktanya ditemukan alat berat excavator merek hitachi dan puluhan ponton tambang rajuk yang menggasak kawasan hutan lindung tanpa tersentuh aparat.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mencari cara agar dapat mengkonfimasikan data yang diterima dari narasumber maupun hasil investigasi langsung ke lapangan dan melakukan tekhnik wawancara dengan beberapa pekerja dan salah satunya adalah pekerja tambang milik Alm kepada Alm secara langsung.
Terpisah, KPHP Jebu Bemban, Panji ketika dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas ilegal yang masuk dalam kawasan HL Ketap mengaku terkejut dan akhirnya mengungkapkan bahwa jika persoalan seperti permasalahan tambang ilegal ini terus menerus muncul ke publik, otomatis akan mempengaruhi raport instansi yang dipimpinnya.
“Baik bang, terima kasih infonya. Mohon beri saja koordinatnya bang, Jujur saja bang kalau masalah seperti tambang ilegal sangat mengganggu kinerja kita, ya otomatis lah bang instansi kami jadi sorotan. Banyak pikiran liar, kami dapat bagian juga Makanya tolong abang kasih koordinatnya ke saya, agar segera saya kirim petugas kesana, terima kasih sudah diberi info soal adanya penambangan ilegal di dalam kawasan HL Ketap,” tutupnya.( Tim/mkrevapni/Red)