“Impor migas Juni 2023 senilai 2,22 miliar dolar AS, turun 29,12 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 39,49 persen dibandingkan Juni 2022. Impor nonmigas Juni 2023 senilai 14,93 miliar dolar AS, turun 17,73 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 13,86 persen dibandingkan Juni 2022,” beberrnya.
Menurut Atqo, Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Juni 2023 dibandingkan Mei 2023 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya senilai 509,2 juta dolar AS atau 16,48 persen. Sedangkan peningkatan terbesar adalah ampas dan industri makanan 89,3 juta dolar AS atau 24,66 persen.
“Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2023 adalah Tiongkok 29,99 miliar dolar AS atau 32,56 persen, Jepang 8,23 miliar dolar AS atau 8,94 persen dan Thailand 5,31 miliar dolar AS atau 5,77 persen. Impor nonmigas dari ASEAN 15,27 miliar dolar AS atau 16,59 persen dan Uni Eropa 6,90 miliar dolar AS atau 7,49 persen,” ungkapnya.
Sementara itu menurut golongan penggunaan barang, kata Atqo, nilai impor Januari–Juni 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai 2.315,9 juta dolar AS atau 13,97 persen dan barang konsumsi 266,7 juta dolar AS atau 2,81 persen. Sementara impor bahan baku/penolong turun 10.037,4 juta dolar AS atau 11,14 persen.
“Neraca perdagangan Indonesia Juni 2023 mengalami surplus 3,45 miliar dolar AS terutama berasal dari sektor nonmigas 4,41 miliar dolar AS, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai 0,96 miliar dolar AS,” tandasnya.(*)