Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Menghidupkan Permainan Tradisional, Gasing Menjadi Bagian Dari Ajang POTRADNAS

Gasing
Seorang Anak Remaja Sedang Memainkan Permainan Gasing.(Foto: Platbn)

Melihat antusiasme anak muda dalam mengikuti POTRADNAS IX-2023 di era digital seperti saat ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengaku takjub dengan semangat mereka.

“Olahraga ini merupakan tradisi turun-temurun pendahulu kita. Karena itu, upaya menjaga olahraga tradisional harus dilakukan dan tugas anak muda yang harus terus melestarikannya,” ungkap Menpora Dito saat membuka POTRADNAS IX 2023.

Pihak Kemenpora optimistis, dengan kolaborasi yang dilakukan oleh penggemar olahraga tradisional dengan anak muda ajang ini. Selain membugarkan masyarakat juga turut melestarikan budaya dan mengembangkan UMKM lokal.

Cara Bermain Gasing

Seperti apa pertandingan lima jenis olahraga tradisional pada laga POTRADNAS IX kali ini?

Dilansir dari antaranews, ada lima jenis permainan tradisional yang dipertandingkan di POTRADNAS, yakni hadang, egrang, sumpitan, terompah panjang, dan gasing. Nama-nama olahraga tradisional ini bervariasi di berbagai tempat di Indonesia.

Hadang adalah permainan tradisional yang dimainkan secara beregu. Permainan ini lebih populer dengan nama gobak sodor. Jumlah total pemain satu tim hadang sebanyak delapan orang. Delapan orang ini kemudian dibagi dalam lima pemain inti dan tiga pemain cadangan.

Misi permainan hadang adalah melewati pemain lawan yang mengadang perjalanan dari garis depan sampai garis belakang, untuk kembali ke garis depan. Permainan ini dimainkan dalam durasi 2×15 menit, dan tim pemenang ditentukan dari jumlah nilai terbesar yang didapat. Pemain yang berhasil mencapai garis belakang mendapat nilai satu, dan pemain yang juga berhasil kembali dari garis belakang ke garis depan juga mendapat nilai satu.

Permainan berikutnya adalah egrang. Egrang dimainkan dengan menggunakan dua batang bambu yang diberi pijakan sebagai tempat bertumpu sang pemain. Pada permainan ini, para pemain egrang akan beradu cepat untuk mencapai titik tujuan.

Permainan tradisional ketiga adalah sumpitan. Pada masa lampau sumpitan lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai alat berburu, namun kini sumpitan telah dijadikan salah satu permainan tradisional. Sumpitan dimainkan dengan meniupkan anak sumpit dari jarak yang telah ditentukan untuk mengenai sasaran.

Selanjutnya adalah terompah panjang, atau yang di beberapa wilayah di Indonesia dikenal dengan nama lari bakiak. Pada permainan ini, setiap tim diberikan sepasang terompah berukuran panjang yang dapat dipakai oleh tiga orang atau lebih secara bersamaan. Para kontestan beradu cepat sampai ke garis finish dengan mengenakan terompah tersebut.

Permainan terakhir adalah gasing. Popularitas gasing di kalangan anak muda mungkin sempat menurun seiring dengan semakin maraknya permainan game online menggunakan gawai. Namun permainan dengan memaksimalkan kemampuan gasing berputar di porosnya tetap memiliki peminat dan dipelajari secara serius oleh sejumlah kalangan.

Kendati sekilas terlihat mudah, bagi orang yang tidak biasa memainkannya, memutar gasing menjadi tantangan tersendiri. Lantaran untuk menguasai teknik melemparnya, seseorang harus memahami teknik-teknik dasarnya.

Khazanah permainan tradisional di Indonesia yang mengandung unsur olahraga tentunya masih amat banyak. Hampir setiap provinsi memiliki permainan khas tersendiri seperti gerobak sodor, adu balap kerbau pacu jawi, balap karung, gerobak sodor, ketapel, panahan hingga adu perisai paresean di Lombok.(*)

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda