Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

South-south Cooperation: Its Continued Significance and Future Challenges

South-south Cooperation
Foto: JAKARTA, JOURNALARTA.COM - Krisis global, harga komoditas global yang meningkat menyebabkan krisis ekonomi dan sosial, perubahan iklim yang membalikkan…

Handi memiliki harapan besar Indonesia dapat memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang terjadi setelah COVID-19. Diketahui bahwa dunia kembali dihadapkan pada krisis geopolitik yang kemudian melahirkan krisis yang berkelanjutan dan konflik multi-level yang saling terkait satu sama lain.

Yuefen Li, Senior Advisor on South-South Cooperation and Development Finance the South Centre memaparkan bahwa status Pusat Kajian Selatan-Selatan itu sebagai wadah besar untuk menegakkan kepentingan global Selatan dengan beranggotakan 55 negara berbasis di Jenewa.

“Hal yang harus dilakukan saat ini adalah memanfaatkan jaringan intelektual yang bertujuan untuk memberikan dukungan intelektual dan kebijakan kepada negara-negara Selatan. Ini menjadi lebih penting mengingat semakin besarnya beban perekonomian negara-negara berkembang dalam perekonomian dunia,” Urai Yefen.

Li melihat, dunia sedang menghadapi tantangan global yang sangat mendesak. Maka dari itu sangat penting untuk membangun kapasitas di negara-negara berkembang berdasarkan rekomendasi kebijakan yang telah disampaikan.

“Saya ingin menyampaikan bahwa meningkatkan kemitraan multi-stakeholder yang inklusif sangat penting untuk memperkuat dalam skala yang mendalam serta berkontribusi terhadap implementasi di 2030 mendatang,” imbuh Li.

Berikutnya, Maria Renata Hutagalung Director of International Development Cooperation, MoFA (ТВС) memaparkan bahwa pelajaran yang dapat diambil oleh Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi yang menaungi peran aktif dalam kerja sama internasional dan mendorong perdamaian global.

“Hal ini merupakan salah satu kerangka kerja yang efektif untuk mengartikulasikan agenda mulia dan mempromosikan sejak awal berdirinya Republik dengan semangat solidaritas ketika menjadi tuan rumah Asia yang pertama,” Ucapnya.

Banyak negara telah mengeluarkan lebih banyak dana untuk membayar dan melaksanakan pembangunan ekonomi mereka serta dibantu untuk membukakan jalan kolaborasi yang kuat sehubungan dengan relevansi Kerjasama Selatan-Selatan.

“Hal ini juga memperkuat kekuatan kolektif negara-negara berkembang dalam struktur tata kelola global dan meningkatkan akses pasar melalui hubungan yang lebih kuat dengan memanfaatkan potensi negara-negara berkembang di pasar global,” tegas Renata.

Yuliana Indriati, Direktur Pengembangan Usaha PT. Biofarma saat ini sedang mengembangkan kemitraan global yang kuat dengan fokus pada pasar Afrika. Dengan pengalaman dan keunggulan dalam produksi vaksin dan produk farmasi lainnya, PT. Biofarma telah menjadi pemain kunci dalam industri ini.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda