Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kehidupan Masyarakat Islam di Krimea

Kehidupan Masyarakat Islam di Krimea
Foto: JOURNALARTA.COM, JAKARTA - Hak asasi masyarakat Krimea sangat tergantung kondisi tempat mereka tinggal, dimana tidak akan pernah tercapai kebebasan selama…

JOURNALARTA.COM, JAKARTA – Hak asasi masyarakat Krimea sangat tergantung kondisi tempat mereka tinggal, dimana tidak akan pernah tercapai kebebasan selama masih ada dalam penjajahan di tanah Krimea.

Demikian disampaikan Maria Tomak (Head of the Crimea Platform Department within the Mission of the President of Ukraine in the Autonomous Republic of Crimea) dalam diskusi dan bedah buku “Islam in Crimea” yang berlangsung pada Senin (18/3/2024) kemarin.

Acara yang diselenggarakan secara hibrid dan dimoderatori oleh Emil Radhiansyah ini merupakan kerjasama Universitas Paramadina, PIEC, DKM Paramadina, Forum Alumni Australia – Indonesia Muslim Exchange Program dan Rumah Produktif .

Menurut Maria Tomak, kehadiran buku “Islam in Crimea” ini menjadi penting.

“Buku ini mampu menunjukkan wajah Krimea yang sesungguhnya, yang bukan Rusia dan tidak pernah menjadi Rusia. Kita menginginkan perdamaian tetapi tidak berarti kita akan menyerah untuk menerima pemerintahan diktator dari Rusia. Krimea harus dikembalikan ke negara Ukraina,” ujarnya.

Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin yang turut hadir dalam diskusi menyatakan terimakasih kepada penulis buku dan apresiasi setinggi-tingginya atas penerbitan buku ini.

“Buku ini bisa memberikan gambaran kehidupan muslim di Krimea yang membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia,” katanya

Menurut Yanuardi Syukur (Penulis buku) menyebut buku ini berisikan mengenai perjuangan masyarakat Krimea.

“Buku ini menggambarkan sejarah perjuangan etnik Tatar Krimea dan nanti akan ada buku kedua yang membahas mengenai revolution of dignity dan lain sebagainya,” bebernya.

Sedangkan Syekh Imam Murad mengatakan bahwa permasalahan mengenai Krimea adalah hal yang penting menjadi keprihatinan kita semua.

“Berdasarkan sejarah, Islam masuk di Krimea pada abad ke 10,dengan perantara masuknya Islam di turki melalui para pedagang. Kemudian dari perkembangan yang terjadi kemudian secara pemerintahan, agama resmi di Krimea adalah Islam,” paparnya.

Dalam perkembangan kemudian berdiri banyak masjid dan lembaga pendidikan islam yang berkembang secara pesat.

“Disana mempelajari bagaimana memahami Islam dan al-Quran secara umum, selain itu juga ada 10 ulama yang sangat produktif sehingga hal tersebut membuktikan bahwa Islam di Krimea berkembang sangat pesat,” tambah Syekh Imam Murad.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda