Minggu, 12 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Cuma Dihentikan, ‘Aktor’ Dibalik Tambang Timah Ilegal di Kolong Buntu Santai Menikmati Hasil

Cuma Dihentikan, ‘Aktor’ Dibalik Tambang Timah Ilegal di Kolong
Foto: BANGKA, JOURNALARTA.COM - Buntut dari aksi demo sejumlah warga Lingkungan Nangnung dan sekitarnya Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka…

“Biar jera mending ditangkap koordinator tambang ilegal di lokasi tu, jangan beri nafas biar jadi kapok,” sebut warga ini.

Kolong Buntu sesungguhnya sejak tahun 2022 lalu sempat ditambang oleh oknum penambang, dan serupa sempat menuai protes dari warga lingkungan Nangnung bahkan nyaris terjadi keributan antara warga setempat dengan pihak penambang.

“Nah berkaca dari kejadian pada tahun sebelumnya, artinya perlu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan bukan sekedar himbauan. Buktinya hari ini pun ada kejadian lagi warga demo,” sebutnya.

Meski begitu, pasca aksi demo warga Nangnung menolak tambang ilegal di lokasi Kolong Buntu Sungailiat, Kamis (28/3/2024) namun siangnya pengurus atau panita tambang Kolong Buntu dikabarkan masih sempat membagikan paket sembako dan sejumlah uang tunai kepada warga sekitar kurang mampu.

*Mencuat Inisial Ag & Fr Disebut-Sebut Selaku ‘Koordinator’ Aktifitas Tambang Ilegal Kolong Buntu*

Informasi lainnya pun berhasil dihimpun tim investigasi KBO Babel serta narasumber di lapangan menyebutkan jika aktifitas tambang ilegal di lokasi Kolong Buntu berawal dikoordinir oleh segelintir oknum warga asal Sungailiat, salah satunya berinisial (Ag) yang diketahui sebagai tokoh masyarakat.

Dalam memulai misi tambang ilegal ini, (Ag) pun diketahui selaku ketua RT 02 Lingkungan Nangnung bergandengan dengan seorang oknum aparat berinisial (Ad) dengan maksud agar bisnis ilegal yang akan dijalani itu (tambang di Kolong Buntu) bisa berjalan aman dan lancar.

Selain itu, Dalam lingkaran tambang ilegal di lokasi ini pun (Ag) pun menggandeng pula seorang oknum warga berinisial (Fr) warga Sungailiat. (Fr) pun disebut-sebut berperan mengkoordinir sejumlah oknum awak media.

Meski terhitung beroperasi secara ‘terang-terangan’ selama dua pekan, tak sedikit perolehan hasil dari giat tambang ilegal ini bahkan menurut sumber perolehan perhari mencapai 1 ton.

Jika memang perhari perolehan hasil tambang mencapai angka 1 ton, maka diperkirakan tak sedikit peredaran dana dalam lingkaran tambang ilegal itu.

“Ku cuma prihatin bai kek masyarakat kite khususnya warga yang menerima bantuan dari panitia. Mereka (warga — red) tahunya ade rezeki dari hasil kegiatan tambang tak peduli itu ilegal atau apa, padahal dibalik itu semua mereka hanya tameng bagi para oknum koordinator termasuk oknum aparat yang bermain guna kepentingan pribadi bai,” singgung warga ini seraya menyinggung pula soal oknum kolektor selaku penampung hasil perolehan biji timah.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda