“Harapan saya kepada seluruh pengurus Forkoda PP DOB Kabupaten Bangka Utara adalah tetap solid dan terus semangat,” pungkasnya.
Diketahui, langkah besar dalam perjuangan pembentukan CDOBP Kabupaten Kepulauan Bangka Utara semakin dekat. Pada Senin, 20 Mei 2024, Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI menggelar rapat penting di ruang rapat Komisi II Gedung Nusantara, DPR RI Jakarta Pusat.
Rapat tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Pangkalpinang, Pj Bupati Bangka, dan Pj Bupati Belitung. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan terkait pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) 27 Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Sesuai dengan surat DPR RI No. B/5036/LG.01.02/05/2024 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus, rapat ini menjadi momen penting dalam proses persiapan pembentukan daerah otonomi baru.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Otonomi Daerah (OTDA) mengadakan rapat lintas kementerian/lembaga untuk Verifikasi Kelayakan Dokumen Usulan Daerah Persiapan Otonom Baru di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali pada 11 Juni 2024 di Jakarta Pusat.
Rapat tersebut bertujuan untuk menilai kelayakan usulan pembentukan daerah persiapan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Proses panjang dan penuh tantangan ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk merealisasikan pembentukan Kabupaten Kepulauan Bangka Utara.
Dengan dorongan dari tokoh-tokoh seperti Erzaldi Rosman Djohan dan semangat masyarakat Belinyu dan sekitarnya, diharapkan Bangka Utara bisa menjadi daerah otonomi baru pada tahun 2026.
Perjuangan ini tidak hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi juga langkah strategis untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Utara di masa depan.
Melihat antusiasme dan kerja keras yang telah dilakukan, optimisme untuk mewujudkan Bangka Utara sebagai daerah otonomi baru semakin menguat.
Dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mencapai tujuan ini.
Dengan kolaborasi yang solid, harapan untuk melihat Bangka Utara berdiri sebagai kabupaten yang mandiri dan maju bukanlah mimpi yang jauh. Perjuangan ini adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan dan komitmen untuk kemajuan bersama. (Red/KBO Babel)
