Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
ADVERTORIAL

PT Timah Wujudkan Impian Komunitas Pepaya di Basel: Workshop Baru Jadi Pusat Kreativitas Pemuda

PT Timah Wujudkan Impian Komunitas Pepaya di Basel
Foto: BANGKA SELATAN, JOURNALARTA.Com - Sebuah mimpi yang telah lama dinanti oleh Komunitas Pemuda Pemudi Berkarya (Pepaya) di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan…

BANGKA SELATAN, JOURNALARTA.Com – Sebuah mimpi yang telah lama dinanti oleh Komunitas Pemuda Pemudi Berkarya (Pepaya) di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov. Kep Babel) akhirnya menjadi kenyataan. Dengan dukungan dari PT Timah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), komunitas ini kini memiliki workshop baru yang nyaman dan layak untuk mengolah barang bekas menjadi produk bernilai guna dan ekonomi, Sabtu (10/8/2024).

Diharapkan workshop ini dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitas mereka dan mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.

Komunitas Pepaya yang dipimpin oleh Iwan telah bertahun-tahun menggeluti aktivitas daur ulang barang bekas. Dalam perjalanan yang penuh tantangan ini, mereka mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat seperti peralatan rumah tangga, hiasan, hingga aksesori.

Dengan komitmen dan konsistensi yang kuat, komunitas ini terus berkembang meski dengan fasilitas yang serba terbatas.

Berkat perhatian dan dukungan dari PT Timah, mereka kini bisa bekerja lebih efektif dan nyaman di workshop baru yang dibangun khusus untuk mereka.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan PT Timah ini. Workshop baru ini benar-benar memberikan perubahan besar bagi kami. Sebelumnya, kami bekerja dalam ruangan yang sempit dengan penerangan yang kurang memadai. Sekarang, dengan workshop yang lebih luas dan terang, kami bisa lebih leluasa bekerja dan tentu saja ini meningkatkan semangat kami,” ungkap Iwan, Ketua Komunitas Pepaya, saat ditemui di workshop barunya.

Iwan menceritakan bahwa awal mula komunitas ini terbentuk dari kesadaran para pemuda di Desa Rias untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai, mereka berharap dapat mengurangi limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Namun, keterbatasan sarana dan prasarana sering kali menjadi penghambat dalam berkarya.

“Kami sudah lama ingin memiliki tempat yang layak untuk bekerja, tempat di mana kami bisa menampung lebih banyak anggota dan mengembangkan ide-ide kreatif tanpa terkendala ruang dan fasilitas. Kehadiran PT Timah benar-benar menjawab kebutuhan kami. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan dukungan moral yang sangat berarti bagi komunitas kami,” tambah Iwan.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda