Pemanfaatan teknologi digital di setiap desa, guna membuka peluang bisnis baru dan mempermudah akses pasar.
Pengembangan desa wisata, dengan fokus pada kelestarian lingkungan dan promosi budaya lokal.
Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Pengembangan UMKM pedesaan, terutama yang berkaitan dengan produk-produk lokal seperti hasil laut, pertanian, dan peternakan.
Menurutnya, dengan memaksimalkan potensi desa melalui teknologi digital, akan tercipta banyak peluang bisnis di pedesaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Erzaldi menegaskan, langkah-langkah ini tidak hanya penting untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan Bangka Belitung.
Dengan pendekatan yang kolaboratif dan berfokus pada penguatan SDM serta teknologi, Erzaldi Rosman Djohan menunjukkan komitmen yang kuat untuk membawa Bangka Belitung ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya akan mengangkat perekonomian desa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh provinsi.
Penutupan seminar tersebut memberikan pesan penting bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya bisa dibangun dari kota, tetapi juga harus dimulai dari desa. Desa yang kuat dan mandiri adalah fondasi bagi Bangka Belitung yang sejahtera dan berkelanjutan. (Red/KBO Babel)
