“Kita berada di persimpangan sejarah. Sekarang adalah waktu untuk berani memilih jalan yang lebih baik, yaitu memilih kotak kosong,” ucapnya yang disambut sorak sorai dari para relawan.
Komitmen Melawan Kepentingan Politik Sempit
Radmida Dawam, mantan Sekda Pangkalpinang dalam pidatonya menyerukan semangat untuk bergerak bersama. Dia mengajak masyarakat untuk menyebarkan pesan perubahan ini kepada seluruh warga Pangkalpinang.
“Mari kita bangkit dan suarakan aspirasi kita. Masa depan kita ada di tangan kita, dan sekaranglah saatnya untuk bertindak,” ujarnya.
Ahmad Subari yang akrab disapa Bang Acu juga menekankan pentingnya menolak politik transaksional.
“Suara kita adalah suara rakyat yang ingin kebebasan dari kepentingan politik sempit. Kita di sini sebagai agen perubahan, bukan untuk sekadar terikat pada kepentingan elit,” tegasnya yang kembali memancing semangat para hadirin.
Relawan dan Warga Menyuarakan Perubahan
Suasana semakin penuh energi saat Iwan Ike, Ketua Relawan Gerakan Pemuda Pangkalbalam Bersatu menegaskan bahwa kotak kosong adalah simbol kekuatan rakyat.
“Ini adalah bentuk penolakan kita terhadap kepentingan politik yang tidak berpihak pada rakyat. Pilih kotak kosong, maka suara rakyat menjadi yang paling berharga,” tegasnya.
Guru Natsir, Wakil Ketua Rumah Aspirasi Kotak Kosong Kota Pangkalpinang pun turut memberikan pidato yang penuh keyakinan, menyatakan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan yang dipandu oleh Tuhan.
“Meskipun paslon tunggal punya akses, fasilitas, dan dukungan partai, kita punya Allah yang akan membimbing kita untuk memenangkan kotak kosong,” serunya, diakhiri dengan pekikan takbir yang disambut gemuruh oleh para relawan.
Rina: “Saya Ingin Terlibat Lebih Aktif”
Salah seorang peserta acara, Rina mengaku merasa terinspirasi setelah mengikuti konsolidasi ini.
“Kotak kosong bukan hanya tentang tidak memilih, tetapi ini tentang keinginan kita untuk melihat perubahan yang lebih baik bagi kota kita. Saya ingin lebih terlibat aktif dalam gerakan ini,” ungkapnya.
Di akhir acara, Ustadz Dede Purnama memimpin doa bersama memohon kepada Tuhan agar gerakan ini berhasil dan membawa masa depan yang lebih baik bagi Kota Pangkalpinang.
Dengan tekad yang semakin kuat, para relawan berjanji akan terus menggalang dukungan dan menyebarkan pesan perubahan ini kepada masyarakat luas.
Penutupan dengan Bazar dan Harapan Masa Depan
Selain konsolidasi dan tausiyah kebangsaan, acara tersebut juga menghadirkan bazar tebus murah minyak goreng yang berhasil menarik antusiasme warga.
Seribu liter minyak goreng habis terjual dalam waktu singkat, menambah semarak suasana.
Para relawan dan tokoh masyarakat yang hadir sepakat bahwa acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah awal untuk membawa perubahan nyata di Pangkalpinang.
Mereka berharap, dengan dukungan yang semakin solid, kotak kosong dapat menjadi pilihan rakyat yang mencerminkan aspirasi mereka untuk masa depan yang lebih baik. (KBO Babel)
