Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
ADVERTORIAL

PT Timah Bangkitkan Semangat Budidaya Lele di Bangka Barat

PT Timah Bangkitkan Semangat Budidaya Lele di Bangka Barat
Foto: BANGKA BARAT, JOURNALARTA.COM – PT Timah Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal melalui pemberdayaan kelompok usaha…

BANGKA BARAT, JOURNALARTA.COM – PT Timah Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal melalui pemberdayaan kelompok usaha. Kali ini, dukungan diberikan kepada Kelompok Usaha Sumber Rezeki di Desa Kapit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, untuk pengembangan budidaya ikan lele.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah, Fachriza kepada perwakilan Kelompok Usaha Sumber Rezeki, Surya Andika.

Penyerahan turut didampingi Section Head Community Development Area Bangka Utara, Dikron, dan Section Head Pengawasan Tambang Darat PT Timah, Wendi Isjana, pada Kamis (16/1/2025).

Kelompok Usaha Sumber Rezeki yang telah berdiri sejak 2004 mengalami berbagai kendala dalam operasionalnya, termasuk kondisi kolam lele yang kurang optimal. Kerusakan pada kolam, seperti kebocoran yang mengganggu kemampuan kolam menampung air, menjadi salah satu tantangan utama yang menghambat perkembangan usaha mereka.

 

Bantuan untuk Renovasi Kolam dan Pengadaan Bibit

Melalui program TJSL, PT Timah memberikan bantuan usaha yang mencakup renovasi kolam ikan serta pengadaan bibit dan pakan. Dukungan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi oleh kelompok tersebut.

Surya Andika, perwakilan Kelompok Usaha Sumber Rezeki, mengungkapkan bahwa bantuan dari PT Timah sangat membantu upaya mereka untuk kembali menjalankan usaha budidaya ikan lele setelah sempat terhenti akibat kerusakan kolam.

“Kolam ikan yang lama sudah tidak layak pakai. Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari PT Timah. Awalnya kami berencana membangun kolam baru, tetapi agar lebih efisien, kami memutuskan untuk merenovasi kolam lama yang bocor,” jelas Surya.

Dia menambahkan bahwa renovasi memakan banyak biaya, tetapi semangat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok mendorong mereka untuk melanjutkan usaha ini.

“Dari sembilan kolam yang ada, hampir semuanya mengalami kebocoran. Dengan bantuan ini, kami yakin usaha ini dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok,” katanya.

 

Tantangan Operasional dan Harga Pakan

Selain masalah kolam, kelompok ini juga menghadapi tantangan berupa tingginya harga pakan yang membuat biaya operasional membengkak. Namun, Surya optimis bahwa dengan perencanaan yang matang, usaha ini akan semakin membaik.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda