Senin, 25 Mei 2026 WIB
BREAKING
ADVERTORIAL
BerandaADVERTORIALPenanaman Pohon Energi : Aksi Nyata…

Penanaman Pohon Energi : Aksi Nyata PT Timah, DLH Bangka, PLN dan METI Mendukung Ketahanan Energi

BANGKA, JOURNALARTA.COM – Dalam rangka mendukung ketahanan energi dan upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), PT Timah Tbk melalui Divisi  Engineering & Operation Excellent (EOE) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bangka, PT PLN (Persero) UPK Babel, dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menggelar acara penanaman pohon energi di Taman Energi Balai Karya, Air Kantung, Sungailiat, pada Jum’at (28/2/2025).

Sebanyak 750 dari 1500 bibit pohon energi jenis Angsana yang ditanam dilokasi tersebut disalurkan oleh METI berasal dari perusahaan Bioenergi yang ada di Kabupaten Bangka yaitu PT BEST YPK PLN, PT Biro Teknik Sinar Baru, KOPETINDO , PT Solusi Energindo Inovasi, dan PT Mentari Biru Energi.

 

Ketua III METI, Ir. Widi Pancono dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan penanaman pohon ini karena secara tidak langsung telah mendukung progam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang didalamnya termasuk sektor energi. Ia melihat PT Timah Tbk turut mendukung program ini dengan memanfaatkan lahan-lahan eks tambangnya direklamasi untuk ditanami pohon energi.

“Jadi ini merupakan kegiatan sangat positif yang otomatis akan mendukung cita-cita dari pemerintah saat ini. Dan pemerintah juga sudah mencanangkan bahwa, dalam 5 tahun kedepan akan mengurangi subsidi energi sebesar-besarnya. Nah itu bisa dilakukan dengan cara salah satunya melakukan penghijauan di lahan-lahan kritis eks tambang yang dimiliki PT Timah,” ujarnya.

 

Widi mengatakan, sepengetahuannya di Bangka ini PT Timah memiliki potensi lahan seluas lebih dari 100ribu hektar. Sedangkan pulau Bangka sendiri memiliki luas sekitar 1,1 juta hektar, artinya 10 persen lahan itu dikuasai oleh PT Timah. Menurutnya ini sangat signifikan apabila dikombinasikan dengan kemampuan untuk meningkatkan ketahanan energi daerah.

“Pulau Bangka ini sebetulnya sangat menarik, saya sudah keliling separoh Indonesia, mulai Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tapi kebetulan saya punya usaha disini juga. Jadi kami dengan Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Kopetindo) memiliki 2 pabrik Woodchip di desa Air Duren kabupaten Bangka karena dekat dengan PLTU Air Anyir. Jadi ada program pemerintah namanya Co-firing artinya mencampur Biomassa dengan Batubara,” jelasnya.

 

Menurut Widi, PT Timah telah melakukan satu kegiatan yang sangat positif yaitu perbaikan lingkungan tetapi memiliki impact yaitu membawa perekonomian kepada masyarakat karena dengan adanya kebun energi atau hutan energi dilahan bukan hutan.

“Ini saya garis bawahi lahan bukan hutan yang dimiliki PT Timah ini tentunya akan merangkul masyarakat setempat untuk dapat bekerja dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut disampaikan Widi, kegiatan usahanya yakni 2 Pabrik Biomassa di Desa Air Duren sudah bisa memberdayakan masyarakat lokal sampai 200 orang lebih baik yang terdampak secara langsung ataupun tidak langsung dengan memberi penghasilan/upah yang cukup baik yakni minimum UMR.

” Yang terendah pun kami bisa memberikan minimum UMR. Jadi ini sudah sesuai dengan target kita bahwa perusahaan diharapkan mampu memberikan gaji kepada karyawannya sebesar minimum UMR. Padahal di banyak pekerja sebagai operator mesin kami tidak mempunyai pendidikan tinggi. Artinya kami tidak mengutamakan pendidikan. Yang tinggi untuk di bagian tertentu saja,” bebernya.

Widi juga mengungkapkan bahwa Target Transisi Energi Nasional itu adalah 23 persen di tahun 2025, dan 30 persen di tahun 2030. Namun pencapaiannya masih kurang lebih baru 50 persen.

“Nah ini harus ditingkatkan dalam waktu 5 tahun ini sebisanya dan salah satu yang ditingkatkan yaitu dengan penghijauan. Jadi penghijauan ini dengan tanaman energi, karena tanaman energi ini tidak memerlukan pemeliharaan yang repot, yang memerlukan biaya mahal. Paling hanya sekali tanam setelah itu dia akan tumbuh sendiri,” ungkapnya.

Menurut Widi, Di Bangka punya keunikan karena habitat sangat baik untuk beberapa jenis tanaman energi seperti akasia. Ia melihat dilahan reklamasi timah akasia tidak ada yang nanam bisa tumbuh sendiri, artinya tanaman jenis Angsana tumbuhnya sangat tepat di Bangka.

“Penurunan emisi yang diharapkan di tahun 2030 adalah 400juta ton CO2. Nah, Biomassa dari Angsana ini dengan tinggi 10 meter bisa menghasilkan 270 Kg O2. Ini bisa untuk menghidupi sekitar 200 orng/hari,” jelasnya.

 

“Ini akan sangat mendukung sekali untuk lingkungan. Selain itu, pohon angsana cukup dengan kita melakukan pemangkasan batangnya, dahan-dahan, dan ranting-rantingnya bisa digunakan untuk bahan baku kami sebagai Woodchip,” tambahnya.

Widi juga menjelaskan, konsep dari Bioenergi yang mereka kembangkan adalah mengembangkan hutan energi diluar kawasan hutan, karena melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Oleh karena itu, walaupun nanti akan bekerjasama dengan sektor kehutanan, tapi yang lebih efektif untuk membawa perekonomian masyarakat adalah diluar kawasan hutan.

“Dengan adanya konsep ini, masyarakat Bangka juga kebagian untuk mensuplai kayu pengganti batubara,” jelasnya.

 

Di akhir, Widi mengatakan sebagai media tanam pohon energi jenis Angsana terbaik adalah menggunakan Biochar atau arang padat. Ia menyebut arang ini banyak di Bangka karena bnyak pabrik Sawit. Biochar merupakan limbah dari pembakaran di pabrik sawit.

Dia berharap PT Timah akan konsisten dalam program ini sehingga dapat mendukung program pemerintah yaitu ketahanan energi.

“Kami sekali lagi dari METI mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PT Timah yang telah memulai kegiatan ini. Dan terimakasih kepada Pemkab Bangka yang sangat intens, sangat mensuport mendukung kami dalam menempatkan kegiatan Bioenergi di kabupaten Bangka,” tutupnya.

 

Sementara itu, Division Head EOE, PT Timah Tbk, Muhammad Ihsan mengatakan penanaman pohon energi merupakan cara nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.

Ia menyebut di tahun ini mendapat program akreditasi propert hijau.

“Kami menargetkan menanam 1.500 batang pohon angsana di sejumlah tempat, dan hari ini menanam 750 batang di Balai Karya PT Timah Tbk. Angsana inu bisa menjadi produk Woodchip,” ujarnya.

Ihsan berharap gerakan penanaman pohon yang dilakukan perusahaan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Asmen Operasi Pemeliharaan dan Pembangkit PT PLN (Persero) UPK Babel, Fajri Hutazami mengatakan jika program ini adalah salah satu bentuk sinergi BUMN, dimana program penanaman PT Timah Tbk ini sangat mendukung program PT PLN yakni Co-Firing.

Ia menjelaskan, Program Co-firing merupakan upaya PLN untuk menekan emisi karbon, guna mempercepat transisi energi yang sudah dilaksanakan pada bulan september 2022.

“Dengan adanya kegiatan ini bisa mendukung program co-firing dengan menggunakan woodchip dapat bertambah banyak. Selain itu juga kami memiliki target di tahun 2025 ini pemanfaatan woodchip sebesar 60.000 ton di PLTU Air Anyir. Saat ini baru sekitar 13 persen kita menggunakan woodchip, harapannya kedepan kita bisa menuju 25 persen, jika bahan baku sudah tersedia. Saat ini penggunaan woodchip di kita itu sekitar 100 ton perhari dengan produksi Kwh energi green itu rata-rata 68 MWh,” jelasnya.

Fajri berharap, dengan adanya program ini dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan bahan baku woodchip.

“Jika kegiatan penanaman seperti ini tidak dilakukan bisa mengakibatkan produksi woodchip terputus, maka kami sangat berterima kasih sekali kepada PT Timah yang telah mendukung dan melakukan program ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Ismir Rahmadianto menyebut gerakan penanaman pohon sebagai cara mempersiapkan swasembada energi.

“Penanaman pohon energi terbarukan ini, karena ke depan kita harus swasembada energi, swasembada pangan dan air,” ujarnya.

Ismir meminta tanaman yang ditanam hari ini harus dirawat dan dijaga dari ancaman kerusakan sehingga ke depan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami menargetkan menanam 1.500 batang pohon angsana di sejumlah tempat, dan hari ini menanam 750 batang di kawasan Balai Karya PT Timah Tbk,” jelasnya.

Sementara itu, Project Manajer PT Biro Teknik Sinar Baru, Arif Effendi sekaligus pengamat lingkungan saat dikonfirmasi menyampaikan pesan “Jika besok hari kiamat tiba, dan ada satu bibit di tangan mu, maka tanam lah”.

Kegiatan penanaman sebanyak 750 bibit pohon energi jenis Angsana di Taman Energi Balai Karya PT Timah Tbk ini juga di hadiri Wakil Ketua I DPRD Propinsi Babel, Forkopimda Kabupaten Bangka, PLN EPI, PLN UIW Babel, PLN NP Bangka, PLN UPK Babel, TNI AL, dan Kejaksaan Bangka.(*)

Bravo METI, PT TIMAH, dan DLH Bangka For Biomassa !!!

 

 

Cek berita kami yang lain di Google News dan ikuti saluran JOURNALARTA di WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5I9idE50UhWSNlry0z. Pastikan Aplikasi Whatsapp sudah terinstal di ponsel anda.

Leave a Comment