JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pendaftaran kompetisi riset mahasiswa dalam rangkaian Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 melalui dua program utama, yakni B-Creative dan BRINathon, hingga 15 Juni 2026.
IRIFair 2026 akan berlangsung pada 20–26 September 2026 dan menghadirkan dua program melalui BRIN Goes to Campus, yaitu B-Creative dan BRINathon.
B-Creative (BRIN Competition for Advanced Research and Innovation) merupakan ajang kompetisi riset tugas akhir bagi mahasiswa jenjang S2.
“Peserta B-Creative merupakan individu yang telah menyelesaikan sidang tesis sebelum masa pendaftaran berakhir dan masih berstatus mahasiswa aktif pada September 2026,” terang Ketua Tim Pelaksana Program Manajemen Talenta Riset dan Inovasi I BRIN, Citra Arisiswati, dalam Sosialisasi Ajang Kompetisi Riset Mahasiswa IRIFair 2026, Selasa (26/5).
Peserta diwajibkan mengunggah ringkasan tesis serta full paper melalui sistem IRIFair. Penilaian dilakukan melalui presentasi riset di hadapan dewan juri, 3-Minute Research Pitch, dan pameran poster riset.
Sementara itu, BRINathon (BRIN Idea Marathon) ditujukan bagi mahasiswa S1 dan D4 dalam bentuk kompetisi ide riset yang diikuti secara kelompok, dengan maksimal tiga mahasiswa dari fakultas yang sama.
Peserta BRINathon diwajibkan mengirimkan Idea Concept Paper (ICP) sesuai tema yang ditentukan panitia. Proposal maksimal tiga halaman tersebut memuat judul, abstrak, tujuan, metode, serta potensi dampak riset.
“Pada tahap final, peserta akan menyusun ICP tematik dalam waktu 1×24 jam sebelum mempresentasikan gagasannya kepada tim penilai,” tambah Citra.
Baik B-Creative maupun BRINathon terbuka untuk empat klaster bidang ilmu, yakni:
– Ilmu teknologi dan rekayasa terapan
– Ilmu kebumian, antariksa, dan kelautan
– Ilmu alam dan hayati
– Ilmu sosial dan humaniora
Pendaftaran kedua program dibuka hingga 15 Juni 2026 dengan tahapan meliputi seleksi administrasi, seleksi substansi, pengumuman finalis, workshop, technical meeting, hingga final kompetisi pada penyelenggaraan IRIFair September mendatang. Setiap klaster akan terpilih 10 finalis untuk mengikuti tahap akhir.
Pemenang kedua program berkesempatan memperoleh penghargaan berupa hadiah uang tunai, yakni Rp20 juta untuk juara pertama, Rp15 juta bagi juara kedua, Rp12 juta untuk juara ketiga, serta Rp6 juta bagi peringkat empat hingga sepuluh.
Pemenang dan seluruh finalis juga memperoleh sertifikat, sementara juara 1–3 mendapatkan piala.
Tutorial pendaftaran serta informasi lengkap mengenai IRIFair 2026 dapat diakses melalui laman irifair.brin.go.id.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan BRIN bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperluas partisipasi mahasiswa dalam penguatan riset dan inovasi nasional.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan IRIFair merupakan bagian dari program manajemen talenta nasional di bidang riset dan inovasi yang dirancang untuk menumbuhkan minat dan kompetensi mahasiswa.
“Riset tidak dihasilkan secara instan, tetapi dimulai dari rasa ingin tahu, berpikir kritis, keberanian mencoba, dan ide yang berkembang menjadi inovasi,” jelasnya.
Ajeng menambahkan, IRIFair 2026 hadir melalui kolaborasi BRIN dan LPDP sebagai ruang kompetisi sekaligus pembinaan bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang riset dan inovasi. Melalui IRIFair 2026, BRIN mendorong peningkatan partisipasi mahasiswa dalam riset dan inovasi sekaligus memperkuat ekosistem talenta nasional di bidang iptek.
Senada dengan itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, mengatakan ajang kompetisi riset menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun budaya ilmiah sekaligus mengembangkan kapasitas sebagai peneliti dan inovator.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi berperan melahirkan peneliti muda dan problem solver yang mampu menjawab tantangan bangsa.
“Kompetisi riset seperti IRIFair bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wahana membangun budaya ilmiah, hilirisasi ide, serta penguatan kapasitas mahasiswa,” ujarnya.