Kamis, 28 Mei 2026 WIB
BREAKING
📲 CHANNEL TELEGRAM
Follow @journalartanews di Telegram
Dapatkan notifikasi berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda.
💬 Join Channel →
TEKNOLOGI

Fitur Penting Aplikasi Reviu MBG untuk Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Fitur Penting Aplikasi Reviu MBG untuk Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Lev

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peluncuran aplikasi Reviu MBG, sebuah inovasi digital yang memungkinkan penilaian kualitas makanan dilakukan langsung oleh penerima manfaat di lapangan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk meningkatkan perhatian dan kewaspadaan seluruh pelaksana Program MBG, mulai dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, mitra penyelenggara, hingga penanggung jawab penerima manfaat (PIC) di sekolah, posyandu, dan pondok pesantren.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan awareness seluruh pelaksana di lapangan agar lebih sungguh-sungguh dalam memproduksi dan mendistribusikan MBG,” ujar Sony dalam peluncuran aplikasi Reviu MBG, Minggu (22/6).

💡 SPACE TERSEDIA
Ekspos Brand Anda ke Audience JournalArta
Spot iklan strategis, dilihat oleh ribuan pengunjung tiap hari.
📧 Hubungi Kami →

Melalui aplikasi tersebut, PIC yang ditunjuk baik guru sekolah, kepala posyandu, maupun ustaz di pondok pesantren dapat melakukan penilaian secara langsung saat makanan diterima.

Terdapat empat parameter utama yang menjadi indikator penilaian dalam aplikasi Reviu MBG.

Parameter pertama adalah ketepatan waktu distribusi, untuk memastikan makanan diterima sesuai jadwal. Apabila terjadi keterlambatan, sistem akan mencatat durasi keterlambatan distribusi.

Parameter kedua adalah aroma makanan, guna memastikan makanan yang diterima berada dalam kondisi layak konsumsi.

Parameter ketiga adalah rasa makanan, yang menjadi bagian dari pengendalian mutu agar makanan yang diterima penerima manfaat tetap memenuhi standar kualitas.

Sementara parameter keempat adalah variasi menu, yang bertujuan memastikan keberagaman menu MBG sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi penerima manfaat.

“Ketika makanan datang, langsung dinilai. Apakah tepat waktu, aromanya baik atau tidak, rasanya wajar atau tidak, kemudian menunya variatif atau tidak dibanding hari sebelumnya,” kata Sony.

Data penilaian tersebut akan menjadi bagian dari Key Performance Indicator (KPI) masing-masing SPPG. Evaluasi dilakukan secara berkala berdasarkan akumulasi hasil penilaian lapangan.

Sony menjelaskan pada tahap awal, sistem ini difokuskan untuk membangun kesadaran dan penguatan kualitas pelayanan.

“Tujuan pertama kami meningkatkan awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, maka kualitas pelayanan akan ikut meningkat,” ujarnya.

Ke depan, BGN juga menyiapkan pengembangan dashboard yang dapat diakses publik sehingga masyarakat dapat melihat indikator pelaksanaan MBG secara lebih transparan.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat dapat melihat persentase keterlambatan distribusi, kualitas aroma makanan, dan indikator lainnya,” kata Sony.

Aplikasi Reviu MBG diharapkan menjadi bagian dari sistem pencegahan dini terhadap kejadian menonjol dalam Program MBG, sekaligus memperkuat pengawasan berbasis partisipasi penerima manfaat.

Melalui penguatan sistem digital tersebut, BGN berharap pelaksanaan MBG semakin optimal dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan ceria.

(Sumber: Humas BGN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
✨ AVAILABLE NOW
Promo Brand Anda di Sini
Tarif terjangkau, jangkauan maksimal. Tarif khusus untuk advertiser pertama.
💬 Konsultasi Gratis →

📝 Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditinjau sebelum tampil.