Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggunakan pendekatan diplomasi keras dengan melontarkan ancaman terbuka kepada Oman, negara kecil di Teluk Persia yang selama ini dikenal sebagai mediator netral di kawasan Timur Tengah. Trump menuduh Oman membantu Iran dalam konteks Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang mengalirkan sekitar sepertiga minyak dunia yang diangkut melalui laut.
Ancaman verbal Trump kepada Oman—yang dipublikasikan melalui pernyataan resmi—menjadi yang ke-15 sejak ia memulai periode pertama kepemimpinannya pada 2017, dan dilanjutkan dalam periode kedua yang dimulai 2025. Pola ini menunjukkan preferensi Trump terhadap diplomasi transaksional dan ancaman sebagai instrumen tekanan geopolitik.
“Jangan bantu Iran atau kami akan ledakan,” demikian kutipan ancaman Trump yang beredar di media internasional, merujuk pada dugaan peran Oman dalam memfasilitasi aktivitas Iran di Selat Hormuz. Iran sendiri merespons dengan seruan solidaritas kepada Oman dan negara-negara Arab lainnya, menilai ancaman AS sebagai bentuk intimidasi yang melanggar kedaulatan negara.
Latar Belakang Ancaman terhadap Oman
Oman memiliki posisi geografis strategis di mulut Selat Hormuz, celah laut sempit yang memisahkan Teluk Persia dari Samudra Hindia. Sekitar 21 juta barel minyak mentah melewati selat ini setiap hari, menjadikannya salah satu chokepoint energi paling vital di dunia. Kontrol atas selat ini menjadi titik pertikaian berkepanjangan antara AS dan Iran.
Selama beberapa dekade, Oman memainkan peran sebagai mediator informal antara Washington dan Tehran. Oman memfasilitasi perundingan rahasia yang berujung pada kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2015, yang kemudian ditinggalkan oleh Trump pada 2018 saat periode pertamanya. Netralitas Oman kini tampaknya dianggap sebagai ancaman oleh pemerintahan Trump, yang melihat setiap bentuk komunikasi dengan Iran sebagai bentuk dukungan.
Tuduhan spesifik terhadap Oman belum dijelaskan secara rinci oleh Gedung Putih. Namun analis keamanan internasional menduga hal ini terkait dengan jalur komunikasi diplomatik Oman dengan Tehran dan posisi Muscat yang menolak bergabung dalam koalisi maritim AS di Teluk Persia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.