Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Ancam Ledakkan Oman: 15 Negara Jadi Sasaran Sejak 2017

Presiden Trump menyampaikan ancaman diplomatik dalam konferensi pers resmi di Gedung Putih
Presiden Trump menyampaikan ancaman diplomatik dalam konferensi pers resmi di Gedung Putih. (Ilustrasi: AI)

Sejak menjabat sebagai presiden pada Januari 2017, Donald Trump telah melontarkan ancaman publik—baik melalui media sosial, konferensi pers, maupun pernyataan resmi—kepada setidaknya 15 negara berbeda. Daftar ini mencakup negara-negara dengan berbagai latar belakang konflik: dari ancaman militer terhadap Korea Utara dan Iran, tarif perdagangan ekstrem terhadap China dan Meksiko, hingga pembekuan bantuan kepada negara-negara Amerika Latin dan Afrika.

Negara-negara yang pernah menjadi sasaran retorika Trump antara lain Korea Utara (ancaman “api dan amarah”), Iran (ancaman serangan militer berkali-kali), Venezuela (ancaman intervensi militer), Suriah (serangan rudal 2017 dan 2018), Turki (ancaman ekonomi terkait pendeta AS yang ditahan), Meksiko (ancaman tarif dan penutupan perbatasan), China (perang dagang dan ancaman teknologi), serta beberapa negara Eropa terkait NATO dan perdagangan.

Ancaman terhadap Oman menandai perluasan target ke negara yang secara historis bersahabat dengan AS dan tidak pernah terlibat konfrontasi langsung. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan diplomat bahwa spektrum ancaman Trump kini mencakup bahkan sekutu tradisional atau negara netral yang dianggap tidak cukup patuh terhadap agenda Washington.

Reaksi Iran dan Solidaritas Regional

Kementerian Luar Negeri Iran dengan cepat merespons ancaman Trump terhadap Oman. Dalam pernyataan resmi, Tehran menyerukan solidaritas negara-negara Arab dan Teluk untuk menghadapi “intimidasi sepihak dari kekuatan hegemonik.” Juru bicara Kemenlu Iran menyebut ancaman terhadap Oman sebagai “pelanggaran jelas terhadap prinsip kedaulatan dan piagam PBB.”

Iran juga mengingatkan bahwa Selat Hormuz adalah perairan internasional yang tunduk pada hukum laut internasional, dan tidak ada negara yang berhak memaksakan kontrol unilateral. Tehran berkali-kali mengancam akan menutup selat tersebut jika AS melakukan agresi militer, ancaman yang jika terealisasi akan memicu krisis energi global.

Oman sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi ancaman Trump. Namun sumber diplomatik dari Muscat yang dikutip media regional menyatakan keheranan atas tuduhan AS, mengingat Oman secara konsisten menjaga hubungan baik dengan Washington dan bahkan menjadi tuan rumah pangkalan logistik AS di masa lalu.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda