Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Terbongkar! Gas Bawah Tanah Picu 39 Kebakaran Misterius di Sleman

Tim geolog UPN melakukan investigasi sumber gas bawah tanah di Sleman Yogyakarta
Tim geolog UPN melakukan investigasi sumber gas bawah tanah di Sleman Yogyakarta. (Ilustrasi: AI)

Karakteristik gas yang mudah terbakar (flammable) menjadi penjelasan mengapa api dapat muncul secara tiba-tiba, terutama ketika konsentrasi gas mencapai titik kritis dan bertemu dengan sumber panas minimal seperti gesekan, listrik statis, atau percikan kecil. Pola kebakaran yang berulang terjadi karena gas terus keluar dari celah-celah tanah yang sama.

Tim juga melakukan pemetaan sebaran retakan permukaan untuk mengidentifikasi zona bahaya. Temuan menunjukkan bahwa beberapa titik di sekitar rumah memiliki konsentrasi gas yang lebih tinggi, menjelaskan mengapa kebakaran tidak selalu muncul di lokasi yang persis sama.

Konteks Geologis dan Fenomena Serupa

Fenomena gas bawah tanah yang menyebabkan kebakaran berulang bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam literatur geologi, meskipun sangat jarang terjadi di area pemukiman. Beberapa wilayah di dunia pernah mengalami kejadian serupa, terutama di daerah dengan kandungan metana atau gas hidrokarbon alami.

Di Indonesia, kasus paling terkenal adalah semburan gas Sidoarjo (Lumpur Lapindo) yang juga dipicu oleh migrasi gas dari lapisan dalam. Namun kasus di Sleman ini berbeda karena skalanya yang lebih kecil dan terlokalisir pada satu area pemukiman.

Struktur geologi Yogyakarta yang kompleks, dengan kombinasi batuan vulkanik, sedimen, dan sistem sesar, menciptakan kondisi yang memungkinkan terbentuknya kantong gas. Aktivitas seismik minor yang tidak terasa oleh manusia dapat membuka atau memperlebar retakan, memfasilitasi keluarnya gas ke permukaan.

Universitas Gadjah Mada (UGM) dilaporkan juga melakukan pengecekan independen untuk memvalidasi temuan tim UPN. Kolaborasi antar institusi akademik ini penting untuk memastikan akurasi diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat.

Respons Pihak Berwenang dan Langkah Mitigasi

Pihak kepolisian Polda DIY dan Polresta Sleman menyatakan bahwa temuan ilmiah ini mengakhiri dugaan kriminal yang sempat menjadi salah satu hipotesis awal. PLH Kapolresta Sleman dalam kunjungannya ke lokasi menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam menangani fenomena yang tidak biasa.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini fokus pada langkah mitigasi jangka pendek dan panjang. Jangka pendek meliputi relokasi sementara keluarga yang terdampak dan pemasangan sistem ventilasi untuk mencegah akumulasi gas di area tertutup.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda