PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juni 2026, dengan penurunan signifikan pada kategori solar. Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamina Dex Series turun hingga Rp3.100 per liter, memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen pengguna BBM jenis ini di tengah dinamika harga energi global.
Pengumuman resmi ini tertuang dalam laman Pertamina yang dipublikasikan akhir Mei 2026. Penyesuaian harga kali ini menjadi bagian dari mekanisme formula harga dasar BBM yang diatur pemerintah, sekaligus respons terhadap pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah dalam sebulan terakhir.
Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamina Dexlite (CN 51) turun dari Rp26.000 per liter pada Mei 2026 menjadi Rp23.000 per liter mulai 1 Juni 2026. Penurunan ini mencapai Rp3.000 per liter atau sekitar 11,5 persen.
Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami penurunan dari Rp27.900 per liter menjadi Rp24.800 per liter, turun Rp3.100 per liter atau sekitar 11,1 persen. Kedua produk solar ini umumnya digunakan oleh kendaraan berbahan bakar diesel seperti truk, bus, dan sebagian mobil penumpang dengan mesin diesel.
Namun, tidak semua jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan. Pertamax Turbo (RON 98) justru naik menjadi Rp20.750 per liter dari Rp19.900 per liter pada Mei, kenaikan Rp850 per liter. Produk ini umumnya digunakan kendaraan performa tinggi yang membutuhkan oktan lebih besar.
Di sisi lain, Pertamina menahan harga Pertamax (RON 92) di level Rp12.300 per liter dan Pertamax Green (RON 95) di level Rp12.900 per liter. Kedua harga ini telah bertahan sejak Maret 2026, tepat sebelum eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang sempat mengancam pasokan minyak global.
Kebijakan BBM Bersubsidi Tetap Stabil
Berbeda dengan BBM nonsubsidi yang harganya fluktuatif mengikuti mekanisme pasar, harga BBM jenis penugasan dan bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar Subsidi masih di angka Rp6.800 per liter.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.