Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pertamina Turunkan Harga Avtur 10% Mulai 1 Juni 2026

Pesawat komersial sedang diisi bahan bakar avtur di bandara Indonesia
(Ilustrasi: AI)

Mekanisme ini memastikan transparansi dan mengikuti dinamika pasar energi global secara real-time. Ketika harga energi global bergerak turun, seperti yang terjadi sepanjang Mei 2026, penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga avtur sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Penyesuaian harga avtur ini dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan regulator, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keseimbangan antara aspek komersial, keberlanjutan pasokan, dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa aviasi.

Formula yang transparan ini memberikan kepastian bagi maskapai penerbangan dalam merencanakan strategi pricing dan operasional mereka, sekaligus memastikan bahwa fluktuasi harga global tidak langsung berdampak drastis pada biaya operasional penerbangan domestik.

Dampak Terhadap Industri Penerbangan dan Ekonomi

Penurunan harga avtur ini diharapkan memberikan dampak multiplier terhadap ekonomi nasional. Roberth menekankan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan harga avtur yang lebih kompetitif, maskapai penerbangan berpotensi menurunkan tarif tiket atau meningkatkan frekuensi penerbangan, yang pada akhirnya akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan aksesibilitas antar-daerah. Ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau.

Sektor pariwisata, yang masih dalam fase pemulihan pascapandemi, juga diharapkan mendapat stimulus dari penurunan biaya transportasi udara ini. Destinasi-destinasi wisata seperti Bali, Lombok, dan kawasan Indonesia Timur dapat menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Untuk segmen penerbangan internasional, harga avtur mengikuti perkembangan pasar dan tingkat kompetisi di kawasan regional guna menjaga daya saing nasional. Namun, Pertamina Patra Niaga tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik sebagai prioritas dalam pengelolaan pasokan energi penerbangan.

Jangkauan Layanan dan Jaminan Pasokan

Saat ini, Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 Aviation Fuel Terminal (AFT) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini mencakup bandara-bandara utama strategis seperti Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Kualanamu, maupun bandara perintis di daerah terpencil.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda