Roberth menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan aviation fuel terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional. Infrastruktur yang luas ini merupakan tulang punggung konektivitas udara nasional.
Keberadaan 72 AFT di seluruh Indonesia menunjukkan komitmen Pertamina dalam memastikan tidak ada daerah yang terisolasi dari jaringan transportasi udara nasional. Bandara-bandara perintis di Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur mendapat jaminan pasokan yang sama dengan bandara-bandara besar di Jawa dan Bali.
Strategi Jangka Panjang dan Monitoring Pasar
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional.
Monitoring pasar energi global menjadi kunci dalam mengantisipasi fluktuasi harga di masa depan. Meskipun saat ini harga energi global menunjukkan tren penurunan, geopolitik internasional dan dinamika produksi minyak dunia tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Kebijakan penyesuaian harga bulanan yang transparan dan berbasis formula juga memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku industri penerbangan. Mereka dapat merencanakan investasi jangka panjang dengan lebih baik, mengetahui bahwa harga avtur tidak akan dipengaruhi oleh faktor-faktor non-pasar.
Dengan penurunan harga avtur ini, Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saing industri penerbangannya di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang menjangkau seluruh wilayah Nusantara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.