Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu MBG yang Viral

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu MBG yang Viral
(Ilustrasi: AI)

Dalam video yang sama, Raffi menyampaikan bahwa ia banyak mendapat pelajaran dan cerita hidup dari Bahlil selama menjalani ibadah haji bersama. “Saya di sini banyak dapat nasihat dan juga cerita hidupnya dari Kanda Bahlil ini luar biasa. Saya aja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Aduh, cerita hidupnya benar-benar membuat kami.. motivasi buat anak muda,” ujar Raffi.

Melalui keterangan unggahan video tersebut, Raffi juga mengonfirmasi bahwa amanah untuk mencari pencipta lagu ‘MBG’ masih terus dijalankan. “Untuk pencipta lagu ‘MBG’ jangan lupa, kakanda, adinda, tenang, masih dicari! Kata Kakanda Bahlil, insya Allah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda,” tulis Raffi.

Kolaborasi informal antara menteri dan selebritas ini menarik karena menunjukkan bagaimana figure publik dari dua domain berbeda—politik dan hiburan—kini saling bersinggungan dan bekerja sama dalam konteks budaya digital. Raffi, dengan pengaruhnya di dunia kreator konten, menjadi jembatan efektif untuk menjangkau komunitas digital yang mungkin sulit diakses melalui jalur birokrasi formal.

Fenomena AI Music dan Implikasinya

Lagu ‘MBG’ adalah salah satu contoh dari tren yang lebih luas: penggunaan AI dalam produksi konten kreatif, khususnya musik. Teknologi AI music generator kini semakin mudah diakses oleh warganet biasa, memungkinkan siapa saja untuk menciptakan lagu tanpa harus memiliki keahlian musik formal atau peralatan studio yang mahal.

Platform-platform seperti Suno AI, Udio, atau berbagai tools AI lainnya memungkinkan pengguna membuat lagu hanya dengan memasukkan lirik dan memilih genre musik yang diinginkan. Hasilnya, dalam hitungan menit, sebuah lagu utuh dengan melodi, aransemen, dan bahkan vokal sintetis sudah bisa diproduksi.

Fenomena ini membuka pertanyaan baru tentang kreativitas, hak cipta, dan apresiasi karya di era digital. Jika lagu dibuat oleh AI dengan lirik yang dikumpulkan dari komentar publik, siapa yang seharusnya mendapat kredit dan apresiasi? Apakah kreator yang mengompilasi komentar dan mengoperasikan AI, ataukah warganet yang komentarnya dijadikan lirik?

Halaman:1234Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda