Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

DPR Minta Prabowo Jelaskan Implementasi Bahasa Prancis di Sekolah

Ilustrasi pembelajaran bahasa Prancis di sekolah Indonesia dengan materi pendidikan
Foto: Atikah Dinarti / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengajarkan bahasa Prancis di seluruh sekolah Indonesia menuai respons kritis dari DPR. Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai kebijakan tersebut memerlukan kejelasan implementasi, terutama terkait kesiapan sumber daya pengajar dan metode pembelajaran yang efektif. Kekhawatiran muncul karena penguatan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib saja baru dimulai tahun 2026 ini.

Instruksi Prabowo disampaikan saat kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis 28 Mei 2026, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Prabowo menyatakan semua tingkatan sekolah di Indonesia harus mengajarkan bahasa Prancis untuk menghadapi perkembangan dunia ke depan. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik dan pemangku kebijakan pendidikan nasional.

Kekhawatiran Komisi X DPR Soal Kesiapan Implementasi

Hetifah menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah meningkatkan kemampuan bahasa asing peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global. Namun, dia menekankan perlunya kejelasan implementasi mengingat kondisi sistem pendidikan saat ini yang masih menyesuaikan diri dengan penguatan pembelajaran bahasa Inggris.

“Kami tentu mendukung upaya pemerintah meningkatkan kemampuan bahasa asing peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global. Namun, terkait arahan Presiden untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis, perlu ada kejelasan implementasi di sekolah mengingat penguatan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib juga baru dijalankan tahun ini,” ujar Hetifah kepada wartawan, Sabtu 30 Mei 2026.

Aspek yang paling disorot adalah kesiapan sumber daya pengajar. Hetifah khawatir sekolah akan dibebani kebijakan baru tanpa dukungan tenaga pengajar yang memadai serta sarana pembelajaran yang cukup. Dia mengingatkan bahwa ketersediaan dan kompetensi guru bahasa Prancis di Indonesia masih sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan nasional jika kebijakan ini diterapkan di semua tingkatan sekolah.

Urgensi Metode Pembelajaran yang Menarik

Hetifah juga menekankan pentingnya metode pembelajaran bahasa asing yang dikemas secara menarik dan menyenangkan. Dia menilai pendekatan konvensional yang terlalu fokus pada hafalan dan teori akan kontraproduktif, terutama untuk siswa yang baru mengenal bahasa baru.

“Pembelajaran bahasa asing harus dibuat menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pendekatan melalui percakapan, permainan, musik, film, budaya, dan teknologi digital akan lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu menekankan hafalan dan teori,” jelasnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda