Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

Ini Penjelasan Wings Air Soal Baling-Baling Diikat Cable Tie

Ini Penjelasan Wings Air Soal Baling-Baling Diikat Cable Tie
(Ilustrasi: AI)

Sebuah video pendek yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu memperlihatkan baling-baling pesawat komersial diikat menggunakan cable tie atau kabel tis—alat pengikat sederhana yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Rekaman tersebut langsung memicu kekhawatiran di kalangan pengguna media sosial, terutama calon penumpang yang mempertanyakan standar keselamatan maskapai. Setelah dikonfirmasi, pesawat dalam video tersebut dioperasikan oleh Wings Air, anak perusahaan Lion Air Group yang melayani rute penerbangan domestik ke berbagai wilayah Indonesia.

Wings Air segera memberikan klarifikasi resmi melalui Corporate Communications Strategic-nya, Danang Mandala Prihantoro. Menurutnya, pengikat yang tampak di video bukanlah tanda kerusakan atau praktik asal-asalan, melainkan bagian dari prosedur perawatan yang telah diatur oleh pabrikan pesawat. Penjelasan ini menjadi penting mengingat kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan adalah fondasi utama industri aviasi—terutama di tengah persaingan ketat maskapai penerbangan domestik dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap standar operasional.

Fungsi Cable Tie dalam Konteks Perawatan Pesawat

Danang menjelaskan bahwa komponen yang diikat menggunakan cable tie adalah lapisan pelindung pada baling-baling yang disebut deicer. Lapisan ini berfungsi melindungi bilah baling-baling dalam kondisi operasional tertentu, seperti saat terbang di wilayah dengan suhu rendah atau kelembapan tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan es. Namun, lapisan deicer bukanlah struktur utama yang menghasilkan daya dorong pesawat, sehingga perubahan posisi kecil pada komponen ini tidak langsung membahayakan keselamatan penerbangan.

Dalam kasus yang terekam video, lapisan pelindung tersebut mengalami sedikit perubahan posisi. Untuk mengamankan sementara posisi lapisan tersebut sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut, teknisi menggunakan pengikat sesuai prosedur yang telah diatur dalam Aircraft Maintenance Manual (AMM) dari pabrikan pesawat. AMM adalah dokumen teknis resmi yang menjadi panduan wajib bagi seluruh teknisi dan engineer dalam melakukan perawatan, perbaikan, dan inspeksi komponen pesawat.

Prosedur ini, menurut Danang, hanya boleh dilakukan oleh teknisi berlisensi yang memiliki kompetensi dan otorisasi sesuai standar industri penerbangan. Setelah pemasangan cable tie, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal dan tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling secara keseluruhan. Verifikasi ini mencakup pengecekan visual, pengukuran teknis, dan uji fungsi sebelum pesawat dinyatakan laik terbang kembali.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda