Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

Ini Penjelasan Wings Air Soal Baling-Baling Diikat Cable Tie

Ini Penjelasan Wings Air Soal Baling-Baling Diikat Cable Tie
(Ilustrasi: AI)

Standar Keselamatan dan Regulasi Penerbangan di Indonesia

Keselamatan penerbangan di Indonesia diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan, yang mengadopsi standar internasional dari International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA). Setiap maskapai penerbangan wajib menjalani audit rutin dan memenuhi persyaratan kelaikudaraan yang ketat, termasuk dalam hal perawatan komponen pesawat.

Wings Air, sebagai bagian dari Lion Air Group, mengoperasikan armada pesawat turboprop ATR 72-600 untuk melayani rute regional dan perintis. Pesawat jenis ini memiliki baling-baling berukuran besar yang memerlukan perawatan intensif, termasuk pengecekan lapisan pelindung anti-es yang sangat penting untuk keselamatan penerbangan di berbagai kondisi cuaca. Setiap komponen pesawat, termasuk baling-baling, menjalani program perawatan terjadwal (scheduled maintenance) dan tidak terjadwal (unscheduled maintenance) sesuai jam terbang, siklus penerbangan, atau kejadian teknis tertentu.

Danang menegaskan bahwa Wings Air menerapkan pemeriksaan rutin di berbagai tahap operasional: preflight check sebelum keberangkatan, transit check saat singgah di bandara, serta inspeksi berkala sesuai interval waktu yang ditetapkan pabrikan dan regulator. Sistem inspeksi berlapis ini dirancang untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini dan memastikan setiap pesawat berada dalam kondisi laik terbang sebelum membawa penumpang.

Persepsi Publik vs. Realitas Teknis Penerbangan

Kasus ini menyoroti kesenjangan antara persepsi publik terhadap keselamatan penerbangan dan realitas prosedur teknis yang berlaku di industri aviasi. Bagi masyarakat awam, melihat cable tie—alat yang biasa digunakan untuk mengikat kabel di rumah—pada komponen pesawat tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun, dalam konteks perawatan pesawat, berbagai jenis pengikat dan alat bantu sementara dapat digunakan selama sesuai dengan prosedur yang telah divalidasi oleh pabrikan dan regulator.

Fenomena serupa pernah terjadi di berbagai negara, di mana video atau foto komponen pesawat yang tampak “tidak biasa” viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Dalam banyak kasus, maskapai harus memberikan penjelasan teknis yang detail untuk meredakan kekhawatiran dan mengembalikan kepercayaan penumpang. Transparansi komunikasi menjadi kunci dalam menjaga reputasi maskapai dan industri penerbangan secara keseluruhan.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda