Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Berikut Amanat Presiden RI pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri
Foto: BPMI Setpres


Keempat, ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita, oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan semua pendiri-pendiri bangsa kita. Tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.


Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus dibangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.


Saudara-saudara,

Karena itu rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan.


Kelima, ekonomi kita adalah ekonomi yang berkeadilan sosial. Inilah tujuan dari seluruh perjuangan kita. Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan, kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.


Saudara-saudara,

Atas dasar itulah pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani, kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi, menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila.


Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Kita terus memberi Makan Bergizi Gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri.


Saudara-saudara,

Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal. Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI.


Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita.

Halaman:1234Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda