Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Wabup Belitung: Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Jaga Keutuhan Bangsa

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Bupati Belitung
Foto: Prokopim Kabupaten Belitung / Wikimedia Commons (Public domain)

Wakil Bupati Belitung Syamsir menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 harus dijadikan momentum untuk memperkuat kembali keutuhan bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan pergeseran nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang dinilai mulai mengikis fondasi ideologi negara.

Syamsir menyampaikan pandangan tersebut usai bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Belitung, Tanjungpandan, Senin (1/6/2026). Dalam pidatonya, ia menyoroti dinamika yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dalam beberapa waktu terakhir.

“Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni adalah momentum untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya di hadapan para aparatur sipil negara dan undangan yang hadir dalam upacara.

Kekhawatiran Terhadap Pergeseran Nilai-Nilai Pancasila

Wakil Bupati Belitung menilai telah terjadi dinamika atau pergeseran dalam nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara dalam beberapa waktu terakhir. Meski tidak menyebutkan secara spesifik bentuk pergeseran tersebut, Syamsir menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tren yang dapat mengancam keutuhan nasional.

Pergeseran nilai kehidupan berbangsa yang dimaksud bisa merujuk pada berbagai fenomena yang berkembang di Indonesia, mulai dari meningkatnya narasi primordialisme, memudarnya semangat gotong royong, hingga polarisasi politik yang semakin tajam dalam beberapa tahun terakhir. Di berbagai daerah, termasuk Kepulauan Bangka Belitung, dinamika sosial-politik lokal juga menunjukkan tantangan dalam mempertahankan kohesi sosial.

Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi titik refleksi sekaligus titik balik untuk memperkuat kembali nilai-nilai keutuhan bangsa dan negara. Syamsir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mendalami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan Kolaborasi dan Cinta Tanah Air

Dalam pidatonya, Syamsir juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan Tanah Air. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, kekompakanm dan semangat “keroyokan” dalam pembangunan bangsa.

“Ayo kita mencintai bangsa Indonesia ini, ayo kita mencintai Tanah Air, ayo terus berkolaborasi, kompak, dan keroyokan dalam pembangunan bangsa,” ujar Syamsir dengan nada mengajak.

Penggunaan istilah “keroyokan” dalam konteks ini merujuk pada semangat gotong royong yang merupakan salah satu nilai luhur Pancasila, khususnya terkandung dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Ajakan ini menjadi relevan di tengah tantangan pembangunan daerah di Belitung yang memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda