Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Wabup Belitung: Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Jaga Keutuhan Bangsa

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Bupati Belitung
Foto: Prokopim Kabupaten Belitung / Wikimedia Commons (Public domain)

Kabupaten Belitung sendiri, sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki berbagai potensi ekonomi mulai dari pariwisata, perikanan, hingga pertambangan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Pancasila dalam Konteks Politik Global

Syamsir juga mendorong agar pengamalan dan penghayatan nilai-nilai Pancasila terus diimplementasikan dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai hal ini penting dilakukan dalam rangka menyikapi dan menghadapi situasi politik global saat ini.

Konteks politik global yang dimaksud mencakup berbagai dinamika internasional, termasuk ketegangan geopolitik antara kekuatan-kekuatan besar, konflik regional yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, hingga tantangan terhadap multilateralisme dan tatanan berbasis aturan internasional.

Dalam situasi tersebut, Pancasila dipandang tidak hanya sebagai ideologi domestik, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.

“Tema ini merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” kata Syamsir.

Pancasila sebagai Bintang Penuntun Bangsa

Wakil Bupati Belitung menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya dalam membimbing perjalanan bangsa Indonesia. Metafora ini merujuk pada peran Pancasila sebagai kompas moral dan ideologis yang telah memandu Indonesia melalui berbagai fase sejarah yang penuh tantangan.

Sejak kemerdekaan hingga saat ini, Pancasila telah menjadi perekat yang menyatukan bangsa dengan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis, membutuhkan fondasi ideologis yang kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa upaya-upaya untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi lain telah berulang kali gagal. Dari pemberontakan DI/TII, pemberontakan PKI, hingga berbagai gerakan radikalisme kontemporer, semuanya tidak mampu menggoyahkan posisi Pancasila sebagai dasar negara.

Di tingkat daerah, implementasi nilai-nilai Pancasila juga menjadi penting dalam menjaga harmoni sosial. Kabupaten Belitung, yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam namun juga dihuni oleh penganut agama lain, telah menunjukkan praktik toleransi dan kerukunan yang baik sebagai cerminan pengamalan Pancasila.

Implementasi di Tingkat Daerah

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Belitung menjadi salah satu dari ribuan upacara serupa yang digelar di seluruh Indonesia. Di tingkat daerah, upacara semacam ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi juga momen untuk menginternalisasi kembali nilai-nilai Pancasila kepada aparatur pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Belitung di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati telah menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kebijakan pembangunan. Dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi, prinsip-prinsip keadilan sosial, persatuan, dan musyawarah menjadi landasan dalam perumusan program.

Syamsir, sebagai wakil kepala daerah, memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi retorika, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Ajakan untuk berkolaborasi dan kompak dalam pembangunan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Belitung.

Ke depan, tantangan bagi pemerintah daerah adalah bagaimana menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam program-program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari program pemberantasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur, semuanya harus berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila, khususnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda