Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gescita Meriahkan Tradisi Hajat Laut dan Syukuran Nelayan di Batu Karas

Tradisi Hajat Laut Batu Karas bersama syukuran nelayan
Warga dan pelaku usaha lokal ikut meramaikan Tradisi Hajat Laut di Batu Karas, Pangandaran, pada 25-26 Juni 2026. (Ilustrasi: AI)

BATU KARAS — Tradisi Hajat Laut di Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, pada 25-26 Juni 2026 mendapat warna tambahan dari kehadiran Gescita Peduli Bangsa melalui unit usaha Gestone Villa & Resto Batu Karas. Keterlibatan itu diposisikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga setempat dan upaya ikut menjaga kedekatan dengan komunitas nelayan.

Bagi Gestone, yang disebut sebagai pendatang baru di lingkungan Desa Sanghiangkalang, momen ini punya arti lebih dari sekadar seremoni. Mereka hadir di tengah rangkaian adat yang menegaskan hubungan warga pesisir dengan laut, sekaligus menjadi ruang perkenalan diri di tengah masyarakat yang selama ini hidup dari aktivitas melaut dan pariwisata.

Tradisi Hajat Laut di Batu Karas jadi ruang pertemuan warga dan usaha lokal

Dalam keterangan yang diteruskan dari JPNN, Gescita Peduli Bangsa menyebut keterlibatan mereka bukan hanya untuk meramaikan acara. Gestone ingin mempererat silaturahmi, saling mengenal, dan menunjukkan bahwa usaha yang tumbuh di kawasan wisata perlu hadir bersama warga, bukan berdiri sendiri.

Langkah itu sejalan dengan semangat yang mereka usung, yakni “Bumi dipijak, langit dijunjung”. Frasa ini dipakai Gestone untuk menggambarkan cara mereka menempatkan diri di lingkungan baru: menghormati adat, ikut menjaga hubungan sosial, lalu bergerak bersama warga setempat.

Di kawasan seperti Batu Karas, sikap semacam ini punya bobot yang nyata. Pariwisata tidak hanya bertumpu pada pemandangan pantai dan gelombang selancar, tetapi juga pada rasa aman, penerimaan sosial, dan kebiasaan warga yang masih kuat menjaga tradisi. Saat pelaku usaha ikut hadir dalam acara adat, hubungan ekonomi dan budaya bisa bertemu di titik yang sama. Tidak kaku. Tidak berjarak.

Dukungan pada nelayan lokal juga ikut bergerak

Gestone menyebut mereka membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Di saat yang sama, operasional restoran mereka juga menyerap bahan pokok dari petani dan nelayan lokal. Pola ini penting karena efeknya tidak berhenti di meja makan tamu. Uang yang berputar tetap tinggal lebih lama di kampung sendiri.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda