Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Cerita Rakyat Bangka Belitung: Legenda Batu Balai

Konsep Otomatis
Batu Balai Mentok, Kab. Bangka Barat. Foto: Shutterstock/JournalArta

BANGKA BELITUNG, JOURNALATA.COM – Alkisah, di sebuah hutan di daerah Mentok, Bangka Belitung, hiduplah seorang janda miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reot bersama anak laki-lakinya yang bernama Dempu Awang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka menanam ubi, keladi, dan sayur-sayuran di ladang. Hasil yang mereka peroleh hanya cukup untuk dimakan sehari-hari, dan terkadang kurang. Begitulah kehidupan Dempu Awang dan ibunya setiap hari. Lama kelamaan, Dempu Awang pun semakin jenuh dan sering bermalas-malasan pergi ke ladang.

Dempu Awang Ingin Merantau Demi Kehidupan yang Lebih Baik

Suatu hari, Dempu Awang duduk termenung seorang diri di depan gubuknya memikirkan nasibnya. Di tengah-tengah lamunannya itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik.

Jika aku pergi merantau, bagaimana dengan ibuku? Ia akan tinggal sendirian di sini dan tak ada lagi yang membantunya bekerja di ladang,” pikirnya.

Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Dempu Awang memberanikan diri untuk menyampaikan niat itu kepada ibunya.

Bu, bolehkah Dempu mengatakan sesuatu?” tanya Dempu.

Apakah itu, Anakku? Katakanlah!” jawab ibunya.

Dempu ingin merantau ke negeri seberang, Bu! Jika begini terus, kapan hidup kita bisa memiliki kehidupan yang lebih baik,” ungkap Dempu Awang.

Mendengar ungkapan itu, ibu Dempu menjadi bingung. Di satu sisi, ia merasa bahwa apa yang dikatakan anaknya itu benar. Namun di sisi lain, ia tidak ingin berpisah dengan anak semata wayangnya itu.

Anakku, Ibu semakin tua. Jika kamu pergi, siapa yang akan mengurus Ibu, Nak?” kata ibu Dempu.

Bu, Dempu pergi tidak akan lama. Jika sudah berhasil, Dempu akan segera kembali menemui Ibu,” bujuk Dempu.

Setelah berkali-kali didesak, akhirnya ibu Dempu Awang mengizinkan Dempu Awang merantau, walaupun dengan perasaan berat hati.

Baiklah, Anakku! Jika itu sudah menjadi tekadmu, Ibu mengizinkanmu pergi. Tapi, jangan lupa segera kembali jika sudah berhasil,” kata ibu Dempu.

Terima kasih, Bu! Dempu berjanji tidak akan melupakan Ibu,” ucap Dempu Awang dengan perasaan gembira.

Halaman:1234Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda