Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

PT Timah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Serentak di 9 Wilayah

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di fasilitas PT Timah dengan peserta berbaris khidmat
(Ilustrasi: AI)

PT Timah (Persero) Tbk menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara serentak di sembilan wilayah operasional pada Senin (1 Juni 2026), melibatkan ribuan karyawan dari Pangkalpinang hingga Jakarta. Pelaksanaan serentak ini menjadi simbol komitmen BUMN pelat merah tersebut dalam memperkuat nasionalisme korporasi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan internal perusahaan.

Berbeda dengan peringatan seremonial biasa, PT Timah menerjunkan langsung seluruh jajaran direksi sebagai inspektur upacara di berbagai lokasi strategis—langkah yang menunjukkan keseriusan manajemen dalam menjadikan momentum ini sebagai bagian dari budaya perusahaan, bukan sekadar kewajiban administratif.

Direktur Operasi Handy Geniardi memimpin upacara di kantor pusat Pangkalpinang, sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fina Eliani menjadi inspektur di Belinyu. Direktur Produksi dan Komersial Ilhamsyah Mahendra memimpin upacara di Division Engineering & Operation Excellent di kawasan perbengkelan Balai Karya, Sungailiat, dan Direktur SDM Ratih Mayasari di Area Kundur.

Wakil Direktur Utama Harry Budi Sidharta bertindak sebagai pembina upacara di Jakarta, sekaligus membacakan amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Upacara juga digelar serentak di Muntok, Toboali, Belitung, hingga berbagai anak perusahaan PT Timah.

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

Tema yang diusung tahun ini—”Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”—menegaskan relevansi ideologi negara tidak hanya dalam konteks domestik, tetapi juga dalam diplomasi dan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas global. Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam terhadap implementasi nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Harry Budi Sidharta saat membacakan amanat tersebut.

Pesan tersebut memiliki relevansi khusus bagi perusahaan seperti PT Timah yang beroperasi di wilayah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya tinggi seperti Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Dalam konteks operasional, nilai musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial menjadi fondasi penting dalam hubungan industrial dan keterlibatan dengan masyarakat lokal.

Konteks Nasionalisme Korporasi BUMN

Pelaksanaan upacara serentak dengan pelibatan langsung seluruh direksi menunjukkan evolusi bagaimana BUMN modern menerjemahkan tanggung jawab ideologis ke dalam budaya kerja. PT Timah, sebagai perusahaan tambang timah terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang sejak era kolonial, memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan ketahanan sumber daya mineral.

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Timah gencar melakukan transformasi internal—tidak hanya dalam aspek operasional dan tata kelola, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah karyawan. Upacara serentak semacam ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun esprit de corps dan kesadaran kolektif bahwa aktivitas bisnis BUMN memiliki dimensi kebangsaan yang lebih luas.

Kepala BPIP dalam amanatnya juga menyoroti tanggung jawab Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi. “Nilai musyawarah, persatuan, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting dalam membangun dunia yang lebih damai,” tegasnya, mengajak elemen bangsa termasuk korporasi untuk tidak menjadikan Pancasila sebagai “hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.”

Implikasi bagi Budaya Kerja dan Masyarakat Lokal

Bagi ribuan karyawan PT Timah yang tersebar di berbagai wilayah operasional, upacara ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan mereka bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan nasional. Dalam konteks Babel dan Kepri, PT Timah adalah salah satu penyerap tenaga kerja terbesar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap ekonomi lokal—mulai dari program kemitraan UMKM, pengadaan hewan kurban dari peternak lokal, hingga berbagai program CSR.

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila juga diharapkan memperkuat integritas dan semangat gotong royong di internal perusahaan, yang krusial dalam menghadapi tantangan industri tambang—mulai dari fluktuasi harga komoditas global, tekanan lingkungan, hingga tuntutan transparansi tata kelola BUMN.

Dengan pelaksanaan upacara serentak ini, PT Timah menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan korporasi bukan wacana abstrak, melainkan komitmen terukur yang melibatkan seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Pesan Kepala BPIP bahwa generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai “ideologi yang hidup” menemukan relevansinya dalam praktik bisnis sehari-hari—di mana keberagaman, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi landasan operasional perusahaan.

Kontinuitas Komitmen Kebangsaan

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas PT Timah dalam memperkuat dimensi sosial dan ideologis perusahaan. Sebelumnya, PT Timah juga menggelar berbagai kegiatan berbasis komunitas seperti pemberdayaan peternak lokal untuk penyediaan hewan kurban dan fasilitasi UMKM binaan dalam bazar di Mal Pelayanan Publik Karimun.

Melalui momentum ini, seluruh insan PT Timah diharapkan tidak hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Pancasila, dalam konteks ini, bukan hanya milik pemerintah atau institusi pendidikan—tetapi juga menjadi tanggung jawab korporasi dalam menjaga persatuan bangsa dan berkontribusi pada stabilitas sosial di wilayah operasional mereka.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda