Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

191 Karhutla Babel 5 Bulan: Naik 14% dari Seluruh 2025

Kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Bangka Belitung
(Ilustrasi: AI)

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadapi tantangan serius dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di awal 2026. Kepolisian Daerah (Polda) Babel mencatat 191 kejadian karhutla selama periode Januari hingga Mei tahun ini, melampaui total 167 kejadian yang terjadi sepanjang tahun 2025. Lonjakan ini terjadi di tengah peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering tahun ini.

Karoops Polda Kepulauan Babel Kombes Pol Muhammad Akbar Thamrin mengungkapkan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Antisipasi Fenomena El Nino Godzilla Tahun 2026 di Pangkalpinang, Selasa. Total luas lahan yang terdampak mencapai 287,86 hektare dalam lima bulan pertama tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan 189,821 hektare sepanjang 2025.

Distribusi Kejadian Karhutla di Tujuh Wilayah

Kabupaten Belitung Timur mencatat angka kejadian tertinggi dengan 36 kasus yang membakar lahan seluas 100 hektare, menjadikannya wilayah paling terdampak di Babel. Posisi kedua ditempati Kabupaten Belitung dengan 77 kejadian membakar 86,8 hektare, meskipun jumlah kejadiannya lebih banyak namun luasan lahan terbakar lebih terkendali.

Kabupaten Bangka Barat mencatat 26 kejadian dengan luasan cukup besar mencapai 89,5 hektare. Kabupaten Bangka sendiri mengalami 30 kejadian membakar 60 hektare. Sementara Kabupaten Bangka Tengah mencatat 16 kejadian dengan luasan 9 hektare, dan Bangka Selatan hanya lima kejadian dengan 4,51 hektare. Kota Pangkalpinang mencatat satu kejadian seluas satu hektare.

Pola distribusi ini menunjukkan variasi geografis yang signifikan dalam kerentanan wilayah terhadap karhutla, dengan wilayah pesisir timur Bangka Belitung tampak lebih rentan. Faktor topografi, tutupan lahan, dan aktivitas manusia diduga berkontribusi pada perbedaan ini.

Karhutla Bagian dari Bencana Hidrometeorologi

Muhammad Akbar Thamrin menjelaskan bahwa karhutla merupakan salah satu komponen dari total 272 kejadian bencana hidrometeorologi yang ditangani Polda Babel selama Januari hingga Mei 2026. Bencana lain yang mendominasi adalah banjir dan cuaca ekstrem, menunjukkan kompleksitas tantangan iklim yang dihadapi provinsi kepulauan ini.

Konteks ini penting mengingat Bangka Belitung mengalami tekanan ganda: di satu sisi menghadapi kejadian banjir akibat curah hujan tinggi di awal tahun, namun di sisi lain harus bersiap menghadapi kemarau panjang yang meningkatkan risiko karhutla. Pola cuaca ekstrem ini konsisten dengan dampak perubahan iklim global yang memperparah variabilitas musiman.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda