Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

AS dan Iran Kirim Sinyal Berbeda soal Gencatan Senjata Lebanon

Pasukan penjaga perdamaian PBB memantau zona perbatasan Lebanon-Israel di tengah ketegangan gencatan senjata
Foto: Daniel Torok / Wikimedia Commons (Public domain)

Menurut laporan media Lebanon, serangan Israel pada Senin ini mengenai puluhan lokasi di Lebanon selatan, termasuk satu serangan yang dilaporkan merusak rumah sakit di kota Tyre. Kerusakan infrastruktur medis ini menambah kompleksitas krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung. Pemerintah Lebanon telah berulang kali meminta bantuan internasional untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur kritis dari serangan militer.

Perundingan gencatan senjata telah berlangsung melalui berbagai jalur. Pemerintah AS telah memfasilitasi perundingan langsung antara Lebanon dan Israel, dengan putaran keempat dijadwalkan pada Selasa dan Rabu (3-4 Juni). Selain itu, Iran sebagai pendukung utama Hezbollah telah melakukan pembicaraan tidak langsung dengan Washington, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak 1980. Pengumuman Iran untuk menghentikan pembicaraan tidak langsung ini merupakan kemunduran signifikan bagi upaya diplomatik yang telah memakan waktu dan sumber daya politik besar.

Dinamika Perundingan dan Proposal AS

Proposal AS yang menjadi pusat perundingan melibatkan mekanisme bertahap untuk de-eskalasi. Menurut pernyataan kedutaan Lebanon di Washington, kesepakatan yang diusulkan mencakup penghentian serangan Israel di pinggiran selatan Beirut sebagai imbalan atas komitmen Hezbollah untuk tidak melakukan serangan terhadap Israel, dengan “kerangka gencatan senjata akan diperluas untuk mencakup seluruh wilayah Lebanon.” Formulasi ini menunjukkan bahwa AS mengusulkan pendekatan geografis bertahap, dimulai dari Beirut sebelum diperluas ke seluruh Lebanon.

Pemerintah Lebanon mengklaim telah menerima jaminan dari Trump bahwa Netanyahu telah menyetujui proposal ini. Namun pernyataan Netanyahu sendiri tidak memberikan konfirmasi eksplisit, menciptakan ambiguitas yang dapat memperumit implementasi. Hezbollah, menurut pernyataan pemerintah Lebanon, telah menerima proposal AS “dalam konteks upaya yang dilakukan oleh negara Lebanon untuk menjaga stabilitas dan menghindarkan Lebanon dari eskalasi lebih lanjut.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Hezbollah merespons melalui saluran pemerintah Lebanon, bukan langsung ke AS.

Trump dalam postingan media sosialnya mengklaim telah berbicara dengan “perwakilan tingkat tinggi” Hezbollah, meskipun tidak jelas siapa perwakilan tersebut atau melalui saluran apa komunikasi berlangsung, mengingat Hezbollah masih ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS. Kemungkinan besar komunikasi dilakukan melalui mediator pihak ketiga, meskipun detail ini tidak diungkapkan secara terbuka. Dalam postingan berikutnya, Trump menyebut bahwa “pembicaraan berlanjut dengan kecepatan tinggi dengan Republik Islam,” merujuk pada Iran, meskipun media pemerintah Iran melaporkan sebaliknya.

Halaman:1234Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda