“Beliau adalah sosok yang sangat penting dalam penanganan Tsunami Aceh. Koordinasi lapangan, mobilisasi pasukan, logistik—semua itu berjalan karena ada komando yang kuat dari TNI AD saat itu,” ujar JK seperti dikutip dari pernyataannya di rumah duka.
Operasi tanggap darurat Tsunami Aceh melibatkan ribuan personel TNI dan Polri, serta bantuan internasional dari puluhan negara. Namun dalam minggu-minggu pertama yang kritis, TNI menjadi garda terdepan karena kapasitas mobilitas dan logistik yang dimilikinya. Peran Ryamizard sebagai Kasad pada masa itu dianggap krusial dalam memastikan instruksi dari pusat dapat dieksekusi dengan cepat di lapangan.
Rekam Jejak Militer dan Politik Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu lahir di Pekanbaru, Riau, pada 20 Agustus 1950. Ia merupakan lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1973 dan memiliki latar belakang operasional di satuan infanteri. Sepanjang karir militernya, Ryamizard pernah menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) sebelum menjadi Kasad.
Pada 2006, Ryamizard diangkat menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto. Namun masa jabatannya hanya berlangsung singkat—kurang dari setahun—karena digantikan oleh Jenderal Djoko Santoso pada 2007. Meski demikian, pengaruh dan jaringannya di internal TNI tetap kuat.
Setelah pensiun dari dinas aktif militer, Ryamizard terjun ke dunia politik. Pada Oktober 2014, Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja. Ia menjabat hingga 2019, menjadikannya salah satu menhan dengan masa jabatan terpanjang di era reformasi.
Sebagai Menhan, Ryamizard dikenal vokal dalam isu-isu kedaulatan, modernisasi alutsista, dan ancaman proxy war. Ia kerap membuat pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan publik, termasuk soal radikalisme, LGBT, hingga peran asing dalam politik domestik. Gaya komunikasinya yang blak-blakan membuatnya menjadi figur yang polarisasi—dihormati oleh sebagian kalangan, namun juga dikritik oleh kelompok masyarakat sipil dan aktivis HAM.
Namun terlepas dari kontroversi, Ryamizard diakui memiliki dedikasi tinggi terhadap institusi TNI dan pertahanan negara. Ia juga dikenal dekat dengan para prajurit dan sering turun langsung ke lapangan untuk inspeksi atau dialog dengan satuan-satuan operasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.