Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

JK Kenang Ryamizard: Sosok Kunci Tangani Tsunami Aceh 2004

Suasana rumah duka mantan Menhan Ryamizard Ryacudu di Cikeas Bogor
Foto: Ash Carter / Wikimedia Commons (Public domain)

Kedukaan Tokoh Nasional dan Keluarga Besar TNI

Kabar meninggalnya Ryamizard Ryacudu disambut duka mendalam oleh keluarga besar TNI, tokoh nasional, dan masyarakat. Rumah duka di Cikeas menjadi tempat berkumpulnya para pelayat dari berbagai latar belakang—mulai dari sesama jenderal, politisi, hingga warga biasa yang pernah berinteraksi dengannya.

Selain Jusuf Kalla, sejumlah tokoh nasional lain juga turut melayat, termasuk petinggi TNI aktif dan purnawirawan. Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, juga dilaporkan menyampaikan belasungkawa atas kepergian Ryamizard. Hal ini menunjukkan penghormatan lintas spektrum politik terhadap jasa-jasa almarhum.

Jenazah Ryamizard disalatkan di rumah duka sebelum dimakamkan dengan upacara militer. TNI memberikan penghormatan penuh sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian panjangnya. Protokol pemakaman jenderal bintang empat mencakup pengawalan dengan kehormatan militer, bendera setengah tiang di sejumlah instalasi TNI, dan penembakan salvo sebagai penghormatan terakhir.

Keluarga besar TNI menyatakan kehilangan sosok senior yang banyak memberikan inspirasi dan arahan bagi generasi perwira muda. “Pak Ryam adalah sosok panutan. Tegas, berani, dan sangat mencintai TNI dan NKRI,” ujar salah seorang purnawirawan yang hadir di rumah duka.

Warisan dan Refleksi atas Sosok Jenderal Kontroversial

Ryamizard Ryacudu meninggalkan warisan yang kompleks. Di satu sisi, ia adalah prajurit yang berdedikasi tinggi, pemimpin operasional yang tegas, dan menteri yang vokal membela kepentingan pertahanan nasional. Di sisi lain, sejumlah pernyataan publiknya kerap memicu kritik dari kelompok masyarakat sipil, terutama terkait kebebasan sipil, hak asasi manusia, dan pemisahan peran militer-sipil.

Namun dalam konteks sejarah nasional, perannya dalam krisis-krisis besar seperti Tsunami Aceh 2004 tidak dapat diabaikan. Bencana itu adalah ujian terbesar bagi kapasitas negara dalam merespons darurat kemanusiaan skala masif, dan TNI—termasuk di bawah komando Ryamizard—menjadi garda terdepan penyelamatan.

JK, yang memiliki pengalaman langsung bekerja dengan Ryamizard dalam konteks darurat nasional, memberikan perspektif yang lebih personal. “Dalam situasi kritis, kita butuh orang yang tegas dan bisa mengeksekusi keputusan dengan cepat. Pak Ryamizard adalah salah satu orang seperti itu,” katanya.

Halaman:1234Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda