Rabu, 22 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Ancam Balas Serang AS Usai Kapal Tanker Diserang Kuwait

Kapal tanker Iran diserang di perairan Teluk Persia kawasan Kuwait
(Ilustrasi: AI)

Insiden terbaru ini dapat dilihat sebagai kelanjutan dari eskalasi pada akhir Mei 2026. Saat itu AS dilaporkan melakukan serangan terhadap pusat kendali Iran di Bandar Abbas dan menembak jatuh drone pengintai. Pentagon mengklaim langkah tersebut untuk menjaga gencatan senjata dan melindungi aset militer AS di kawasan. Namun Iran menolak keras klaim tersebut sebagai provokasi yang tidak berdasar.

Detail Serangan Terhadap Kapal Tanker Iran

Menurut sumber-sumber media yang mengutip pernyataan pejabat Iran, kapal tanker minyak milik National Iranian Tanker Company (NITC) diserang oleh aset militer AS. Insiden terjadi saat kapal berlayar di perairan internasional dekat Kuwait. Lokasi kejadian berada dalam radius operasional Armada Kelima AS yang bermarkas di Bahrain. Bahrain adalah negara kecil di kawasan ini yang menjadi sekutu strategis Washington.

Meski detail teknis serangan belum sepenuhnya jelas, laporan awal menyebutkan kapal tanker tersebut mengalami kerusakan pada bagian lambung dan dek. Kerusakan diduga akibat serangan proyektil atau rudal berpandu. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun muatan minyak mentah yang dibawa kapal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan tumpahan minyak di perairan yang sangat sensitif secara ekologis dan ekonomis.

Iran menuduh serangan tersebut sebagai kampanye sistematis AS untuk melumpuhkan kemampuan ekspor minyak Iran. Ekspor minyak merupakan tulang punggung ekonomi negara tersebut. Setelah sanksi ekonomi keras diberlakukan kembali oleh AS, ekspor minyak Iran anjlok drastis. Dari sekitar 2,5 juta barel per hari pada 2017 menjadi kurang dari 500 ribu barel per hari dalam beberapa tahun terakhir, menurut data industri energi.

Pemerintah Kuwait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian tersebut. Namun sumber diplomatik di Timur Tengah menyatakan Kuwait berada dalam posisi sulit. Negara kecil ini memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak dan berusaha menjaga netralitas di tengah perseteruan regional yang kompleks.

Ancaman Pembalasan dan Serangan Balasan Iran

Merespons serangan terhadap kapal tankernya, pemerintah Iran melalui berbagai juru bicara resminya menyatakan Teheran tidak akan tinggal diam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam konferensi pers di Teheran menyatakan serangan AS merupakan “tindakan teroris negara”. Menurut pernyataan resmi tersebut, serangan melanggar hukum maritim internasional dan kedaulatan Iran.

Halaman:1234Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda