Kebakaran besar yang melanda permukiman padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah meninggalkan nestapa mendalam bagi ratusan keluarga. Dalam hitungan jam pada Senin malam, 3 Juni 2024, api melahap 250 unit rumah, mengubah seluruh harta benda menjadi jelaga dan puing. Kini, 400 kepala keluarga menghadapi kenyataan pahit harus memulai kehidupan dari nol.
Insiden yang bermula pukul 20.55 WIB ini tidak hanya merenggut material, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis mendalam, terutama pada anak-anak yang menyaksikan langsung rumah mereka terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sementara dampak sosial dan psikologis akan memerlukan waktu pemulihan yang jauh lebih panjang.
Tragedi Malam yang Mengubah Hidup Ratusan Keluarga
Kebakaran yang terjadi di kawasan RW 04 Kampung Pasar Haji Ung merupakan salah satu insiden kebakaran permukiman terbesar yang menimpa Jakarta Pusat dalam beberapa bulan terakhir. Permukiman dengan kepadatan tinggi ini menjadi sasaran empuk api yang menyebar dengan sangat cepat, dipicu oleh struktur rumah semi permanen yang berdekatan dan material bangunan yang mudah terbakar.
Dalam waktu kurang dari tiga jam, seluruh blok permukiman rata dengan tanah. Warga yang sempat menyelamatkan diri hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh, tanpa kesempatan mengamankan dokumen penting, perhiasan, atau barang berharga lainnya. Seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban menyatakan kehilangan tabungan hasil kerja keras puluhan tahun yang disimpan di rumah.
Dampak Psikologis dan Upaya Pemulihan Trauma
Menyadari dampak psikologis yang signifikan, khususnya terhadap anak-anak korban kebakaran, Polwan Brimob Polda Metro Jaya telah mengerahkan tim pendampingan psikologis. Program ini difokuskan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma yang dialami setelah menyaksikan rumah mereka terbakar dan kehilangan seluruh harta benda keluarga dalam sekejap.
Trauma pada anak-anak korban bencana dapat memicu gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan tidur, ketakutan berlebihan terhadap api, dan kesulitan konsentrasi dalam kegiatan sehari-hari. Pendampingan psikologis ini menjadi krusial untuk mencegah dampak jangka panjang yang dapat mengganggu perkembangan mental dan emosional anak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.