Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

10 Tempat Wisata Terbaik di Bangka Belitung 2026: Pasir Putih, Spot Laskar Pelangi & Anti Mainstream

Screenshot_20260607-113057
Gambar Batu Granit Pantai Tanjung Tinggi Belitung. Foto: JournalArta

BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.COM – Sudah bosen berwisata ke Bali, Bromo, Labuhan Bajo, Raja Ampat atau tempat wisata di daerah lain?, Coba bergeser ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Di Babel itu tempat wisatanya paket lengkap mulai dari pantai berpasir putih, air sejernih kaca, batu granitnya instagramable, danau berwarna biru, kulinernya seafood segar, banyak peninggalan sejarah, dan orangnya ramah-ramah. Meski belum ramai kayak Bali, namun masih pure untuk di kunjungi menemani liburan anda dan keluarga.

Berikut kami rangkum 10 tempat wisata terbaik di Bangka Belitung 2026. Ada yang wajib, dan ada juga yang anti mainstream. Yang pasti jangan lupa siapin sunblock karena panasnya luar biasa dan kamera agar bisa mengabadikan diri anda.

1. Pantai Tanjung Tinggi – Ikon Laskar Pelangi

Pantai Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung, yaitu tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tempat wisata unggulan di pulau Belitung berjarak sekitar 31 km dari kota Tanjung Pandan.

Pantai ini memiliki area seluas 80 hektar, berpasir putih, dan terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Diketahui, pantai ini juga jadi lokasi syuting film Laskar Pelangi.

2. Pulau Lengkuas – Mercusuar 1882

Pulau Lengkuas adalah salah sebuah pulau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tepatnya di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung.

Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah kolonial belanda pada 1882 atau berumur sekitar 140 tahun dengan 110 anak tangga. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung. Cocok berswafoto dari atas puncak menaranya (kalau masih dapat izin naik keatas demi keselamatan).

3. Danau Kaolin – Santorini-nya Indonesia

1001121256

Danau Kaolin atau biasa disebut Kulong Biru terletak di Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, berjarak kurang lebih 60 Km dari Bandara Depati Amir dan sekitar 15 Km dari Koba, Ibu Kota Kabupaten Bangka Tengah. Melalui jalur darat dapat ditempuh dalam waktu sejam perjalanan dari Kota Pangkalpinang. Objek wisata ini didukung dengan fasilitas kepariwisataan seperti toilet¸ pujasera, lapangan parkir yang luas dan toko cinderamata.

Danau ini berasal dari bekas penambangan biji timah yang sudah lama ditinggalkan. Kelebihan danau ini yakni suasana udara yang tetap segar tanpa terganggu aroma belerang karena memang bukan kawah pegunungan. Dengan hamparan keindahan air yang biru tosca dan jernih serta bukit-bukit berwarna putih, dapat memanjakan mata pengunjung yang melihatnya. Ditambah lagi warna air ini akan berubah-ubah menyesuaikan dengan suhu udara dan pancaran sinar matahari. Pengunjung juga dapat menyusuri jalur pedestrian maupun jembatan kayu yang terhubung dengan Danau Kaolin dan akan memberikan sensasi yang luar biasa.

4. Pantai Tanjung Kelayang – Gerbang Geopark UNESCO

Pantai Tanjung Kelayang adalah sebuah pantai yang terletak di pulau Belitung. Lokasinya berada di Kecamatan Sijuk dan berjarak sekitar 27 kilometer dari Tanjung Pandan. Pantai ini memiliki puluhan batu granit raksasa yang bentuknya sangat mirip dengan kepala burung garuda. Menurut cerita rakyat setempat, batu tersebut dipercaya memiliki kekuatan mistis. Nama Kelayang bisa dikatakan merupakan nama yang diambil dari salah satu jenis burung yang terdapat di pantai ini.

Pada tanggal 15 Maret 2016, Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, dengan kegiatan utama di bidang pariwisata. KEK Tanjung Kelayang dengan lahan seluas 324,4 hektare merupakan KEK ke-9 yang ditetapkan pemerintah sampai tahun 2016.

Pantai ini merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi bersampingan dengan Pantai Tanjung Tinggi. Tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang pengunjung juga dapat menemukan Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar peninggalan Belanda.

5. Pantai Wisata Pasir Padi

Pantai Pasir Padi merupakan salah satu pantai di Pulau Bangka dan merupakan pantai kebanggaan masyarakat kota Pangkalpinang ibu kota Provinsi Bangka Belitung. Wisata Pantai ini menghadap langsung ke Laut Natuna. Memiliki garis pantai sepanjang 100 – 300 m dengan ombak yang tenang, warna pasirnya yang putih dan padat. Kawasan Pantai Pasir Padi merupakan kawasan pariwisata yang potensial di Kota Pangkalpinang. Pengunjung dari luar daerah atau mancanegara, baik yang tiba melalui Bandara Depati Amir maupun Pelabuhan Pangkalbalam, bisa langsung mengunjungi pantai ini.

Pantai Pasir Padi memiliki panorama alam yang memesona karena memiliki garis pantai yang lebar ± 300 m dengan karang dan bebatuan serta hamparan pasir putih yang indah sepanjang 2 km sehingga bisa melakukan berbagai macam aktivitas dan olahraga pantai. Pantai ini memiliki tipe gelombang yang tenang sehingga aman dan nyaman untuk dipakai berenang, struktur pantainya yang landai, kontur pasir yang padat ini dikarenakan di bawah pasir pantai terdapat pasir timah sehingga pantai ini nyaman untuk dilalui dengan jalan kaki bahkan dapat dilalui oleh kendaraan untuk wisata pantai.

Pantai ini juga sering menjadi tempat penyelenggaraan berbagai macam kegiatan seperti olahraga race pantai (motorcross), pameran, kesenian dan hiburan (konser musik). Selain itu Pantai ini menjadi tempat upacara ritual Peh Chun yang merupakan salah satu upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa yang berada di kota Pangkalpinang dan daerah-daerah lainnya di Bangka Belitung.

6. Pantai Burung Mandi

Pantai Burung Mandi adalah destinasi memukau di Belitung Timur (Beltim) yang terkenal dengan hamparan pasir putih bersih dan deretan perahu nelayan warna-warni (kater). Berbeda dengan pantai lain di Belitung, pantai ini tidak memiliki formasi batu granit, namun berlatar belakang Gunung Burung Mandi yang asri. Pantai ini berlokasi di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur dan berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Manggar dan sekitar 90 km dari Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan.

Dilokasi terdapat area parkir, warung makan, jejeran pohon pinus laut yang rindang, dan penyewaan perahu. Pantai ini juga dilengkapi dengan spot foto patung burung bangau sebagai maskot.

7. Museum Timah Indonesia (MTI)

Museum Timah Indonesia terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani no.17 Kota Pangkalpinang Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung merupakan satu-satunya Museum Timah yang ada di Indonesia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini merupakan rumah temapt tinggal karyawan perusahaan BTW (Banka Tin Winning). Pada tanggal 6 Februari 1949 rumah ini menjadi tempat tinggal pemimpin-pemimpin Republik di antaranya Bung Karno dan Haji Agus Salim ketika mereka diasingkan ke Bangka sebelum dipindahkan ke Menumbing Mentok setelah Ibukota Republik Indonesia Yogyakarta diduduki Belanda dengan Agresi Militer (19 Desember 1948). Gedung ini pernah dijadikan tempat perundingan pra Roem-Royen.

Bangunan yang bertuliskan Househill di atas teras pintu masuk ini menjadi menjadi Museum Timah Indonesia pada tanggal 2 Agustus 1997. Museum Timah menyimpan koleksi peninggalan sejarah khususnya sejarah penambanqan timah di Pulau Bangka Belitung, dimulai sejak Kesultanan Palembang abad 16 M. Saat ini Museum Timah Indonesia telah diakui sebagai salah satu Benda Cagar Budaya Kota Pangkalpinang dan menjadi daya tarik wisata edukasi dan terbuka untuk umum.

8. Masjid Agung Kubah Timah

Masjid Agung Kubah Timah adalah ikon wisata religi dan simbol toleransi di pusat Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, yang diresmikan pada 10 November 2023. Didesain oleh arsitek Ridwan Kamil, masjid ini unik karena kubahnya menyerupai tudung saji khas Bangka dan diwarnai menyerupai logam timah. Lokasi masjid ini berada tepat di Jalan Jenderal Sudirman, berdekatan dengan Kawasan Alun-alun Taman Merdeka (ATM).

Masjid agung ini memiliki lima kubah utama yang terpisah, meliputi bangunan utama untuk salat, tempat wudhu, fasilitas pendidikan, dan gedung serbaguna serta mampu menampung sekitar 1.200 hingga 2.000 jemaah. Selain itu Masjid ini berdiri berdampingan secara harmonis dengan gereja yang melambangkan kuatnya kerukunan umat beragama di Kota Pangkalpinang. Kawasan masjid ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal, terutama pada sore hingga malam hari, dan menyajikan pemandangan senja yang indah.

9. Jembatan Emas

Jembatan EMAS atau Jembatan Batu Rusa 2 adalah salah satu jembatan di perbatasan antara Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkalpinang yang menghubungkan antara Desa Air Anyir dan Kelurahan Air Itam. Jembatan Emas ini melintas muara sungai batu rusa yang bertemu dengan Selat Karimata yang dialuri oleh kapal laut yang hendak sandar di Pelabuhan Pangkal Balam.

Jembatan Emas ini merupakan jembatan cable stayed dengan sistem bascule dan satu-satunya di Indonesia sehingga jembatan dapat diangkat atau diungkit ketika ada kapal tinggi lewat dibawah jembatan dari dan menuju Pelabuhan Pangkal Balam. Jembatan ini bisa dibuka dan ditutup dengan posisi ketika dibuka dengan kemiringan hingga mencapai 70 derajat. Pada saat jembatan terbuka terdapat ruang bebas bagi kapal untuk melintas hingga ketinggian 70 meter.

Selesainya pembangunan jembatan EMAS, membuat lokasi ini menjadi ikon landmark baru wilayah Pangkalpinang dan Bangka Belitung. Hal ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati keindahan jembatan dari atas ataupun dari pesisir sekitarnya. Dari atas jembatan, wisatawan dapat menikmati panorama pesisir Laut Tiongkok Selatan, Menikmati Sunset, Pantai Kuala, Pelabuhan Pangkal Balam, PLTU Air Anyir dan TPI Ketapang.

10. Pantai Batu Ketak

Pantai Batu Ketak merupakan sebuah destinasi wisata yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menyejukkan hati. Terletak sekitar 11,7 km dari pusat Kota Sungailiat, pantai ini telah diubah oleh warga desa setempat menjadi tempat rekreasi yang istimewa. Ketika tiba disana, anda akan disambut oleh panorama alam yang mempesona. Batu-batu granit besar yang tersebar di sepanjang pantai memberikan sentuhan alami yang memikat, sementara rumput hijau yang menghampar menambah kesan damai di hati.

Pantai Batu Ketak juga sudah dilengkapi dengan bangunan gazebo yang ada di sekitar pantai. Cukup dengan membayar harga sewa sekitar Rp50.000, dan sudah dilengkapi fasilitas toilet serta area parkir kendaraan untuk para pengunjung. Sedangkan untuk tarif masuk pantai cukup membayar Rp5.000/orang. Bagi yang menginginkan suasana tenang dan alami, pantai Batu Ketak cocok menjadi destinasi wisata yang tepat karena pantai ini menyuguhkan pesona alam yang memikat dan memanjakan mata.

Tips Wisata di Bangka Belitung 2026 Biar Hemat dan Tidak Sia-sia

1. Waktu terbaik untuk berwisata adalah bulan April hingga Oktober karena saat itu biasanya lagi musim kemarau dan laut juga tenang. Hindari bulan Des ember hingga Febuari karena ombaknya gede.

2. Untuk transportasi ada baiknya sewa motor mulai dari Rp 70rb/hari. Kalau ramai-ramai lebih baik sewa mobil Rp 350rb/hari + driver.

3. Pilih paket island hopping. Booking H-1 via travel lokal biasanya lebih murah 30% dari OTA atau agen perjalanan online.

4. Kuliner yang wajib anda coba saat di Bangka Belitung seperti Gangan, Mie Belitung, Telor Kepiting, Sate Ikan, Lempah Kuning, Otak-Otak, Getas, Kemplang, Sambel Lingkung, dan Kue Rintak.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan sekedar pantai dan timah, di tahun 2026 Babel sudah beda mulai dari infrastruktur makin oke, spot baru bermunculan, tapi alamnya masih perawan dan asri. Satu kali anda ke Babel dijamin nagih dan pengen balik lagi.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda