JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Layanan media sosial Facebook dikabarkan mengalami gangguan atau down secara global sejak pukul 14.30 WIB hari ini, Jum’at (12/6/2026).
Jutaan pengguna di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, melaporkan tidak dapat mengakses halaman utama, mengunggah konten, maupun mengirim pesan.
Pihak Meta Platforms Inc selaku induk perusahaan telah merilis pernyataan resmi terkait penyebab dan upaya perbaikan yang sedang dilakukan.
Kronologi Gangguan
Berdasarkan pantauan situs pemantau layanan digital Downdetector dan keterangan resmi Meta, gangguan berlangsung sebagai berikut:
1. Pukul 14.25 WIB: Awal terdeteksi adanya penurunan akses di wilayah Eropa dan Amerika Utara
2. Pukul 14.40 WIB: Gangguan meluas ke Asia, termasuk Indonesia, Australia, dan Timur Tengah
3. Pukul 15.15 WIB: Puncak gangguan, tercatat lebih dari 1,2 juta laporan masuk dari seluruh dunia
4. Pukul 16.00 WIB: Tim teknis mengidentifikasi sumber masalah dan mulai melakukan perbaikan
5. Pukul 17.30 WIB: Akses perlahan mulai pulih secara bertahap di sejumlah wilayah
Selain Facebook, layanan lain dalam ekosistem Meta seperti Instagram dan WhatsApp juga sempat terdampak, meski tingkat gangguannya tidak seberat pada Facebook.
Penyebab Utama Menurut Penjelasan Resmi Meta
Melalui pernyataan pers yang dirilis pukul 16.15 WIB, Meta Platforms Inc menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi disebabkan oleh perubahan konfigurasi pada server utama yang mengatur lalu lintas data global.
“Proses pembaruan rutin yang dilakukan pagi hari ini secara tidak sengaja memutus jalur koneksi antar pusat data, sehingga mengganggu distribusi akses pengguna ke seluruh sistem,” kata Meta melalui pernyataan resminya, dikutip, Jum’at (12/6).
Berikut rincian teknis yang dijelaskan lebih lanjut:
1. Kesalahan Konfigurasi Sistem: Tim teknis melakukan pembaruan pengaturan untuk meningkatkan kecepatan akses, namun terdapat kesalahan penulisan kode yang menyebabkan server tidak dapat mengarahkan permintaan pengguna dengan benar.
2. Koneksi Antar Pusat Data Terputus: Perubahan tersebut memutuskan jalur komunikasi antar 3 pusat data utama yang tersebar di AS, Eropa, dan Singapura, sehingga data tidak dapat disinkronkan.
3. Bukan Serangan Siber: Meta menegaskan tidak ditemukan indikasi serangan peretas, kebocoran data, atau gangguan dari pihak luar. Semua data pengguna dinyatakan aman dan tidak terpengaruh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.