PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Musim panen durian Bangka Belitung 2026 resmi berlangsung sejak awal Juni, dengan perkebunan di sejumlah kabupaten mulai membuahkan hasil dan menarik ribuan pencinta durian dari dalam maupun luar daerah. Aroma khas buah berduri itu kini tercium di sepanjang jalur lintas Bangka Tengah, Bangka Barat, hingga Belitung.
Panen tahun ini menjadi momen penting bagi petani rakyat yang mengelola kebun turun-temurun sekaligus peluang bagi sektor wisata kuliner yang terus berkembang di provinsi kepulauan ini.
Sentra Produksi Utama
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, areal perkebunan durian tersebar di empat kabupaten utama. Bangka Tengah menjadi salah satu produsen terbesar, khususnya di Kecamatan Koba, Lubuk Besar, dan Pangkalan Baru.
Bangka Barat menyumbang produksi dari Muntok, Simpang Teritip, dan Kelapa. Sementara Bangka Selatan memusatkan panennya di Toboali, Payung, dan Pulau Besar. Di sisi barat, Belitung dan Belitung Timur mencakup wilayah Tanjung Pandan, Gantung, dan Manggar turut mencatat produksi signifikan musim ini.
Hampir seluruhnya adalah kebun rakyat. Tidak ada perusahaan besar yang mendominasi; yang memegang kendali adalah petani lokal dengan pohon-pohon tua yang sudah berproduksi puluhan tahun.
Empat Varietas Unggulan Khas Lokal
Durian Bangka Belitung punya keistimewaan yang diakui penggemar buah nasional: kadar airnya relatif rendah, membuat rasa terasa lebih pekat dan tahan lebih lama dibanding durian dari wilayah lain.
Catatan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika menyebut empat varietas yang paling diminati musim ini.
Durian Lain: paling populer, daging tebal kuning keemasan, rasa manis legit dengan sentuhan pahit ringan, biji kecil. Durian Kucai memiliki tekstur padat, dominan manis, daya tahan baik sehingga cocok dijadikan oleh-oleh. Durian Kuning/Tembaga warna daging kuning cerah, lembut, sangat manis; banyak tumbuh di perbukitan Bangka Barat. Durian Pelangi hasil persilangan lokal, rasa seimbang antara manis dan gurih, ukuran buah relatif besar.
Harga di Pasaran Musim Panen 2026
Harga bervariasi menurut jenis dan tempat beli. Di pasar tradisional dan lapak pinggir jalan, Durian Lain dijual Rp25.000–Rp45.000 per butir tergantung ukuran. Durian Kucai dan Kuning berkisar Rp20.000–Rp35.000. Untuk varietas unggulan terpilih, harganya bisa menyentuh Rp50.000–Rp80.000 per butir.
Bagi yang ingin membeli langsung dari kebun, harga borongan dipatok Rp12.000–Rp18.000 per kilogram jauh lebih murah dan bisa langsung memilih buah yang jatuh sendiri.
| Varietas | Harga per Butir | Harga Borongan/kg |
|---|---|---|
| Durian Lain | Rp25.000 – Rp45.000 | Rp12.000 – Rp18.000 |
| Durian Kucai & Kuning | Rp20.000 – Rp35.000 | Rp12.000 – Rp18.000 |
| Varietas Unggulan | Rp50.000 – Rp80.000 | Rp15.000 – Rp18.000 |

Salah satu pedagang Durian di area Jalan Jelutung deretan Kerkoft (Makam Belanda) Kota Pangkalpinang Pani mengatakan Durian yang ia jual mulai dari 3 buah Rp100.000 hingga Rp150.000/butir tergantung jenis dan kualitasnya yang diambil dari petani Durian daerah Bangka Barat dan Bangka Tengah.
“Durian yang saya jual ini dijamin kualitasnya, bisa juga pesan antar, apabila jelek bisa dikembalikan. Adapun jenisnya yakni Durian Tembaga, Cumasi, Jantung, Susu, dan Mentega. Kalau buahnya kita ambil dari wilayah Bangka Barat dan Tengah,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Sementara itu, Syukur pedagang Durian di kawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang mengatakan durian yang ia jual berasal dari wilayah Bangka Selatan. Untuk harga mulai dari 5 buah Rp.100.000 hingga perbijinya Rp.100.000 tergantung ukuran, jenis, dan kualitasnya.
“Kalau harga mulai dari 3 buah 100.000 tergantung kualitas dan jenis. Kalau buahnya kita ambil dari petani wilayah Bangka Selatan,” ungkapnya.
Wisata Kebun Durian Mulai Diminati
Musim panen kini bukan sekadar urusan petani. Sejumlah pengelola kebun membuka akses wisatawan untuk memilih dan menikmati durian langsung di lokasi dengan harga terjangkau. Model agrowisata ini tumbuh organik didorong tren wisata kuliner dan media sosial yang mempopulerkan pengalaman “makan durian di kebun”.
Pemerintah daerah mendorong pengolahan produk turunan seperti dodol, lempok, dan es krim durian sebagai oleh-oleh tahan lama. Langkah ini dinilai penting untuk memperpanjang nilai ekonomi panen yang biasanya berlangsung hanya dua hingga tiga bulan.
Cara Memilih Durian yang Matang
Petani berpengalaman dan peneliti pertanian setempat memberi panduan praktis. Pertama, perhatikan warna kulit: hijau kekuningan atau coklat kehijauan, tidak terlalu keras. Ketuk pelan buah matang berbunyi nyaring dan berongga. Aroma harum khas harus sudah tercium dari celah duri meski belum dibuka.
Duri yang agak lunak dan tangkai berwarna coklat tua serta kering jadi tanda tambahan bahwa buah sudah siap makan. Hindari buah dengan tangkai masih hijau segar kemungkinan besar dipetik sebelum waktunya.
Musim panen durian Bangka Belitung 2026 diperkirakan berlangsung hingga Agustus. Bagi wisatawan yang berniat datang, pertengahan Juni hingga Juli disebut sebagai puncak panen dengan ketersediaan buah paling melimpah dan harga paling bersaing.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.